Tampilkan postingan dengan label Seputar Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Sejarah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Mei 2012

Istana Kaibon



42yKfYBFeT Istana Kaibon yang Penuh Sejarah

KOMPLEKS wisata Banten lama masih memiliki sebuah bangunan tua bersejarah lagi yakni Istana Kaibon.
Ditinjau dari namanya (Kaibon = Keibuan), istana ini dibangun untuk ibunda Sultan Syafiudin, Ratu Aisyah mengigat pada waktu itu, sebagai sultan ke 21 dari kerajaan Banten, Sultan Syaifusin masih sangat muda (masih berumur 5 tahun) untuk memegang tampuk pemerintahan.
Dalam sejarah, Istana Keraton Kaibon ini dihancurkan oleh pemerintah belanda pada tahun 1832, bersamaan dengan Istana Surosowan. Asal muasal penghancuran keraton, menurut pemandu wisata dari Museum Purbakala Banten Obay Sobari, adalah ketika Du Puy, utusan Gubernur Jenderal Daen Dels meminta kepada Sultan Syafiudin untuk meneruskan proyek pembangunan jalan dari Anyer sampai Panarukan, juga pelabuhan armada Belanda di Teluk Lada (di Labuhan). Namun, Syafiuddin dengan tegas menolak. Dia bahkan memancung kepala Du Puy dan menyerahkannya kembali kepada Daen Dels yang kemudian marah besar dan menghancurkan Keraton Kaibon.
Berbeda dengan kondisi Istana Surosowan yang boleh dibilang “rata” dengan tanah. Pada Istana Kaibon, masih tersisa gerbang dan pintu-pintu besar yang ada dalam kompleks istana. Pada Istana Kaibon, setidaknya pengunjung masih bisa melihat sebagin dari struktur bangunan yang masih tegak berdiri. Sebuah pintu berukuran besar yang dikenal dengan nama Pintu Paduraksa (khas bugis) dengan bagian atasnya yang tersambung, tampak masih bisa dilihat secara utuh. Deretan candi bentar khas banten yang merupakan gerbang bersayap juga masih bisa dinikmati di lokasi ini
Di bagian lain, sebuah ruangan persegi empat dengan bagian dasarnya yang lebih rendah atau menjorok ke dalam tanah, diduga merupakan kamar dari Ratu Aisyah. Ruang yang lebih rendah ini diduga digunakan sebagai pendingin ruangan dengan cara mengalirkan air di dalamnya dan pada bagian atas baru diberi balok kayu sebagai dasar dari lantai ruangan. Bekas penyangga papan masih terlihat jelas pada dinding ruangan ini.
Arsitektur Keraton Kaibon ini memang sungguh unik karena sekeliling keraton sesungguhnya adalah saluran air. Artinya bahwa keraton ini benar-benar dibangun seolah-olah di atas air. Semua jalan masuk dari depan maupun belakang ternyata memang benar-benar harus melalui jalan air.
Meskipun keraton ini memang didesain sebagai tempat tinggal Ibunda raja, tampak bahwa ciri-ciri bangunan keislamannya tetap ada; karena ternyata bangunan inti keraton ini adalah sebuah mesjid dengan pilar-pilar tinggi yang sangat megah dan anggun. Dan kalau mau ditarik dan ditelusuri jalur air ini memang menghubungkan laut, sehingga dapat dibayangkan betapa indahnya tata alur jalan menuju keraton ini pada waktu itu.

istana kaibon 3 Istana Kaibon yang Penuh Sejarah
a2FpYm9uX3NreV8wMl9LRksuanBn Istana Kaibon yang Penuh Sejarah
09 Istana Kaibon yang Penuh Sejarah
10 Istana Kaibon yang Penuh Sejarah

PowerTool
HONOR JANGAR - Istana Kaibon

Museum di Jateng [Jawa Tengah]



Tingkat kunjungan masyarakat ke museum-museum masih rendah. Kecenderungan ini terjadi baik di Jawa Tengah maupun daerah-daerah lain. Padahal tempat ini dapat dijadikan semacam objek wisata, atau paling tidak bisa dirangkai dengan objek wisata yang lain. Karena itu, perlu segera dilakukan upaya-upaya untuk menggairahkan kembali aktivitas permuseuman di Jateng. Wartawan Suara Merdeka Dudung Abdul Muslim coba memetakan persoalan ini dari berbagai sisi.
KALAU menjumpai sekelompok anak muda yang duduk di gardu maupun gapura depan kampung, atau bahkan sedang nongkrong dan nampang di mal-mal, cobalah tanya: seringkah mereka pergi ke museum? Bilamana mereka menjawab tidak, maka turunkan kadar pertanyaan itu menjadi: pernahkah pergi ke sana?
Untuk pertanyaan yang kedua, mungkin sebagian besar memang menjawab pernah, terutama ketika masih duduk di bangku SD dan/atau SLTP. Tapi untuk pertanyaan pertama, bisa dipastikan sebagian besar akan menjawab tidak! ''Ngapain pergi ke sana? Kok seperti kurang kerjaan saja,'' demikianlah jalan pikiran anak muda sekarang.
Sebagian orang yang pernah pergi ke museum pun umumnya hanya mengenal tempat-tempat yang masih berada di kotanya, dan jarang sekali yang mengunjungi museum di kota lain. Lihatlah acara kunjungan para pelajar ke Museum Ronggowarsito maupun Museum Mandala Bhakti (keduanya di Semarang), yang hampir semuanya berasal dari sekolah-sekolah di kota yang sama.
Hanya museum-museum yang sudah dikenal di tingkat nasional saja yang sesekali dikunjungi para pelajar, bahkan wisatawan, dari luar daerahnya. Misalnya Museum Prasejarah Sangiran (Sragen), Museum Boscha (Lembang), atau Monumen Yogyakarta Kembali (Monjali). Selebihnya terlihat sepi-sepi saja.
Bahkan sejak Soeharto tak lagi menjadi presiden, Monjali yang berkaitan dengan Serangan Umum 1 Maret -di mana Soeharto terlibat di dalamnya- jarang dikunjungi orang. Dalam musim liburan (Januari) lalu, objek wisata di tepi Jalan Lingkar Utara ini terlihat sepi sekali. Padahal di masa lalu, setiap musim liburan sekolah tiba, puluhan bus dari luar kota di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, selalu antre di halaman yang luas itu.
Pameran Permanen
Menurut artinya, museum adalah gedung yang dipakai sebagai tempat untuk memamerkan benda-benda yang patut mendapat perhatian umum. Misalnya peninggalan sejarah, seni, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi, atau peninggalan tokoh-tokoh penting lainnya. Namun tempat untuk memamerkan benda-benda tersebut bersifat permanen, dan pada sebagian tempat memiliki fungsi sebagai cagar budaya.
Jawa Tengah memiliki beberapa museum penting, yang setidaknya bisa dijadikan ajang pembelajaran bagi para siswa atau masyarakat umum yang menyukai artefak atau barang-barang peninggalan masa lalu. Jika dipetakan, setidaknya setiap daerah rata-rata memiliki satu museum. Bahkan beberapa daerah mempunyai dua museum atau lebih. Di Magelang, misalnya, terdapat Museum Asuransi Bumiputera, Museum Jenderal Sudirman, Museum Abdul Jalil, Museum Bepeka, Museum Kamar Pangeran Diponegoro, dan Museum Haji Widayat. Atau Banyumas yang memiliki Museum Uang BRI dan Museum Wayang Sendang Mas.
Tetapi karena berbagai faktor, jarang ada yang mengetahuinya secara detail. Masyarakat Jateng di bagian timur, seperti Rembang, Blora atau Sragen, kebanyakan masih asing dengan adanya Museum Tosan Aji di Purworejo atau Museum BRI di Purwokerto, Banyumas. Begitu pula masyarakat di Purwokerto yang jarang mendengar kalau di Solo terdapat Museum Radyapustaka, yang menyimpan berbagai macam artefak dari Kerajaan Mataram Kuno hingga jaman kolonial Belanda.
Mengapa semua ini bisa terjadi? Tidakkah ada rasa kebanggaan yang dimiliki masyarakat Jateng terhadap peninggalan-peninggalan bersejarah di daerahnya sendiri? Tentu kesalahan tidak boleh ditimpakan kepada masyarakat sepenuhnya. Sebagai ''konsumen'', masyarakat hanya merespon sikap ''penjual'' dan apa yang dijualnya.
Kalau pun ada yang perlu disalahkan pada masyarakat, barangkali rendahnya kesadaran akan sejarah dan peninggalan-peninggalan bersejarah di masa lalu. Itu pun bila ditelusuri lebih lanjut tetap bukan merupakan kesalahan masyarakat, melainkan lebih tepat dialamatkan pada sistem pendidikan -khususnya untuk mata pelajaran sejarah- di sekolah-sekolah.
Muatan lokal mestinya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh sekolah, dengan lebih sering mengajak para pelajar ke tempat-tempat seperti museum. SD Pendrikan Utara 03-04 Kota Semarang, misalnya, seringkali mengajak siswa-siswinya ke Museum Mandala Bhakti (dekat Tugu Muda) serta Museum Ronggowarsito.
Metode pengajaran ini cukup efektif, terutama untuk mengingatkan arti penting sejarah masa lalu. Bahkan pengelola TK/SD Islam Nasima punya cara lain yang cukup unik dalam meningkatkan pemahaman peserta didiknya. Selain mengunjungi tempat ini, siswa-siswi yang akan diwisuda pun seringkali harus menjalaninya di tempat ini.
Mungkin yang perlu disempurnakan adalah bagaimana memperluas daya jangkau kunjungan, sehingga tak terbatas pada museum-museum di daerahnya sendiri. Misalnya siswa-siswi dari Semarang diajak mampir ke Museum Kereta Api di Ambarawa, atau ke Museum Batik di Pekalongan.
Selama ini, ketidakmampuan sekolah dalam mengajak peserta didik ke museum disebabkan oleh dua hal. Pertama, tidak ada kemauan pihak sekolah untuk meningkatkan variasi muatan lokal. Kedua, pertimbangan dana terutama bagi sekolah-sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga kurang/tidak mampu. Jika faktor kedua yang lebih dominan, pemerintah daerah perlu memberi perhatian pada masalah ini, meski sekolah kini sudah otonom.
Faktor Publikasi
Di era otonomi seperti sekarang ini, pemerintah daerah kabupaten/kota perlu lebih menggiatkan lagi upaya-upaya untuk menggairahkan aktivitas museum. Sebab masih banyak peluang yang dapat dilakukan supaya museum menjadi salah satu tempat kunjungan wisata, khususnya kalangan pelajar di daerahnya atau dari daerah lain.
Publikasi! Itulah kelemahan utama dalam pengelolaan museum-museum di Indonesia, tidak terkecuali yang ada di Jawa Tengah. Sebagus apa pun benda yang dipamerkan, kalau publikasinya masih lemah, tentu sulit untuk bisa menarik minat masyarakat untuk mengunjungi tempat tersebut.
Jika persoalan dana masih jadi alasan, perlu dipikirkan untuk bekerja sama dengan event organizer untuk menggelar acara-acara menarik di museum, yang diperkirakan dapat mengundang perhatian banyak orang. Strategi ini telah dilakukan Museum Ronggowarsito.
Selain menjadi ajang permanen untuk pameran benda-benda purbakala dan keistimewaan sejarah lainnya, tempat ini juga sering digunakan untuk berbagai kegiatan lain seperti pentas seni, lomba mewarnai, hingga pelepasan wisudawan-wisudawati.
Dengan demikian, sebuah museum bisa dikunjungi banyak orang, kendati benda-benda yang dipamerkan terbilang ''biasa-biasa'' saja. Apa sih yang menarik dari loko tua, dengan mesin uap lagi, seperti yang tersaji di Ambarawa? Tetapi dengan kemasan pelayanan dan publikasi yang cukup bagus, Museum Kereta Api di kota sejuk ini justru menjadi salah satu objek wisata favorit. Padahal, museum ini tak lebih dari stasiun yang lama tak difungsikan.
Perawatan atau pemeliharaan juga menjadi kata kunci bagi suksesnya pengelolaan suatu museum. Namun hal ini seringkali memunculkan lingkaran setan, ketika harus dikaitkan minimnya jumlah kunjungan. Acapkali pemerintah daerah merasa tidak perlu serius mengelola museum, karena tidak mampu memberi kontribusi besar dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sebagian besar pemerintah daerah lebih giat mengundang investor, maupun menginvestasikan dananya, dalam bentuk mal, supermarket, ruko, atau perumahan, daripada investasi dalam bidang wisata-pendidikan seperti museum. Mungkin karena yang bidang yang satu ini tidak cepat memberi keuntungan dalam waktu singkat.
Apalagi beberapa museum dimiliki oleh perusahaan atau institusi tertentu, yang kantornya pun tidak selalu berada di daerah yang sama. Namun argumen seperti ini harus segera disingkirkan, apabila masing-masing pemda selalu mengembangkan budaya optimitistis, terutama dalam pengembangan museum yang menjadi miliknya sendiri.
Yang tak kalah penting adalah mengundang peran Dinas Pariwisata, khususnya dalam membentuk jejaring wisata di daerah masing-masing di mana museum menjadi bagian yang perlu dilibatkan. Bukankah museum tak hanya bisa dijadikan ajang pembelajaran, tetapi juga bisa menjadi objek wisata?
 
Sumber:
PowerTool
HONOR JANGAR - Museum di Jateng [Jawa Tengah]

Benteng Speelwijkl


PowerToolPowerTool


Benteng Speelwijkl
Sisi Utara dari Benteng Speelwijk, dimana terdapat sebuah makam Belanda

Mengunjungi kawasan wisata Banten lama memang boleh dibilang dengan kunjungan kebudayaan Banten tempo dulu yang sarat dengan nuansa Islam. Tapi tidak hanya itu, di kawasan ini juga terdapat sebuah peninggalan Belanda berupa reruntuhan benteng yang dikenal dengan nama Speelwijk. Adanya beberapa makam dengan bentuk khas eropa disekitar benteng semakin melengkapi budaya barat tempo dulu di objek misata ini.
Lokasi Benteng Speelwijk ini tidaklah terlalu jauh dari maskot utama propinsi banten (Mesjid Agung Banten) yakni hanya berjarak sekitar 500 meter ke arah utara. Jalan berupa aspal mulus menjadikan semua jenis kendaraan sah-sah aja digunakan untuk mencapai objek wisata ini. Dari jalan raya ini, anda nantinya akan berhenti di sisi timur dari benteng Speelwijk yang berupa sebuah tembok dengan ketinggian kira-kira 2 meter dan beberapa makam kolonial Belanda dapat dilihat dengan jelas pada sisi timur ini.

 Menara pengawas yang dulunya digunakan untuk mengawasi perairan teluk Banten

Sempat bingung mesti masuk darimana untuk melihat bagian dalam dari benteng ini. Untunglah, segerombolan anak SD sepulang dari sekolah, dua diantaranya menawarkan diri untuk memandu kami. Dimulai dengan mengamati makam peninggalan belanda yang ada disisi luar benteng. Sebuah bangunan persegi dengan lengkungan dibagian atasnya, semakin menguatkan bahwa makam ini memiliki arsitektur eropa. Sayangnya sebilah pedang yang seharusnya terpasang pada salah satu dindingnya sudah tidak ada lagi disana, raib entah kemana. Pada makam lainnya terdapat sebuah batu nisan berbentuk persegi dengan tulisan berbahasa Belanda yang cukup jelas terbaca. Sebuah angka penunjuk tahun 1769 terukir dibatu nisan tersebut, yang jika hal itu benar berarti umur makam itu sudah mencapai lebih dari 3 abad.

 Tampak bagian tengah dalam dari benteng ini terdapat lapangan sepakbola dan kedai makanan/minuan pada bagian tepinya



Meskipun tidak utuh lagi, dibeberapa sudut benteng ini masih meninggalkan bentuk bangunan yang masih bisa dinikmati. Pada bagian utara, walaupun tidak utuh tetapi masih dapat dilacak fungsi dan kegunaannya. Ruangan dibawah tanah diduga merupakan ruangan yang dipakai sebagai kamar tahanan khusus dan tahanan biasa. Dibagian tembok masih berdiri sebuah bangunan utuh yang menempel diatas tembok itu, diduga sebagai tempat mengintai dan pertahanan penjaganya. Tembok benteng itu, diduga mempunyai dua fungsi, yakni sebagai pertahanan dan pemukiman. Disalah satu sisinya tampak sebuah lobang yang diperkirakan merupakan bekas hantaman peluru meriam.
Dari sejarah yang ada, benteng ini didirikan pada tahun 1682 dan telah mengalami perluasan pada tahun 1685 dan 1731. Berfungsi untuk mengontrol segala kegiatan yang berkaitan dengan kesultanan banten dan juga sebagai tempat berlindung/bermukim bagi orang Belanda. Dengan adanya benteng ini semakin mengokohkan posisi Belanda dalam usahanya memonopoli perdagangan merica yang berasal dari Lampung Selatan untuk kemudian dijual lagi kepada pedagang-pedagang asing yang berasal dari Cina, Malaysia, Arab, India dan Vietnam.

Sebuah makam Belanda yang berukuran besar. Pada dinding makam ini seharusnya terdapat sebilah pedang, namun telah raib entah kemana


Apa yang nampak saat ini dari Benteng Speelwijk adalah sebuah sisa bangunan, dengan bagian tengah dalam benteng ini sudah berubah fungsi menjadi lapangan sepakbola dengan berbagai kedai/warung yang berada di tepi lapangan. Terlebih ketika saya mengutarakan untuk mendatangi salah satu sudut benteng, guide kecil saya berkata
"Jangan pak, sebaiknya jangan kesana, tempat itu bau dan jorok sekali karena banyak bekas orang buang air kecil/besar ditempat tersebut"
Sumber:
HONOR JANGAR - Benteng Speelwijkl

Tanah Suci Makkah dan Madinnah


PowerTool
PowerTool
Segala puji bagi Allah Yang Maha Memberi lagi Maha Kaya, tiada Tuhan selain Dia. Dia yang menjadikan Makkah sebagai Baitul Haram, sebuah tempat yang paling mulia.Makkah Al-Mukkarramah adalah sebuah negeri yang dipilih Allah sebagai tempat bagi Bait-Nya. Oleh karena itu, Dia menyucikan dan menjadikannya sebagai tanah suci yang damai, melipatgandakan amal kebajikan yang dikerjakan di sana, serta menjadikannya sebagai masjid dan kiblat dunia. Rasulullah SAW bersabda " Satu kali shalat di masjidku ini lebih baik darpada seribu kali shalat di masjid-masjid yang lain,kecuali Masjidil Haram.Sedangkan satu kali shalat di Masjidil Haram itu lebih utama dari pada seratus ribu kali shalat di tempat lain.Allah SWT berfirman :
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (diantaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengejakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa menginkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam (QS. Alu 'Imran: 96,97)



Hajar aswad adalah batu berwarna hitam yang berada di sudut tenggara Ka'bah dilingkari besi putih yang direkat dengan timah,terletak kira-kira setinggi satu setengah meter dari permukaan lantai masjid. Pada saat melakukan tawaf kita dianjurkan menyentuhnya,karena mempunyai beberapa keutamaan yang agung. Hajar Aswad termasuk di antara tanda-tanda kebesaran Allah SWT di muka bumi. Menurut sejarahnya batu ini ketika diturunkan dari surga berwarna putih mengkilap kemudian karena kedurhakaan anak-anak Adam,batu ini makin hitam dan makin hitam. Dan sejarah batu ini sangat panjang sepanjang sejarah Ka'bah. Diantara peristiwa penting yang berkenaan dengan batu iniadalah yang terjadi pada tahun 16 sebelum hijrah(606 M) yaitu ketika suku Quraisy melakukan pemugaran Ka'bah. Pada saat itu hampir saja terjadi pertumpahan darah yang hebat karena ada empat kabilah dalam suku Quraisy sudah saling bersitegang mempertahankan pendapat masing-masing dalam perselisihan tentang siapa yang berhak mengangkat dan meletakkan batu ini pada tempatnya setelah pemuguran selesai.Selama lima hari lima malam mereka dalam situasi gawat akhirnya muncul usu dari Abu Umayyah bin Mughirah yang mengatakan " Alangkah baiknya kalau keputusan ini kita serahkan kepada orang yang pertama kali masuk masjid pada hari ini ". Dan ternyata orang yang pertama kali masuk pada hari itu adalah Muhammad Bin Abdullah (35 tahun) yaitu Nabi Muhammad sebelum menjadi Nabi Yang pada saat itu sudah bergelar al-amin (Orang yang terpercaya) karena beliau tidak pernah berbohong dan tidak pernah ingkar janji,hal ini sudah menjadi rahasia umum dan seluruh penduduyk Makkah mengakui hal itu. Maka mereka langsung minta kepada beliau untuk mengambil keputusan tentang pertikaian yang berbahaya itu. Kemudian Muhammad Bin Abdullah menuju tempat penyimpanan batu itu lalu membentangkan sorbannya dan meletakkan batu ditengah-tengah sorban,lantas menyuruh seorang wakil masing-masing kabilah yang sedang bertengkar. Maka empat orang itulah yang mengangkat batu itu secara bersama-sama lalu Muhammad yang memasang pada sudut Ka'bah maka terhindarlah adu senjata. Kisah inilah yang mengilhami sebagian orang bahwa peletakan batu tertentu (misalnya batu pertama) pada suatu bangunan memiliki nilai yang sangat penting dan berharga karena menyangkut perjalanan sejarah kehidupan. Selain batu yang terdapat pada Ka'bah Al-Musyarrafah ini tidak ada batu lain yang boleh dicium dan dibacakan takbir atasnya oleh manusia.Sudut hitam Hajar Aswad merupakan yamin Allah SWT di bumi. Dengannya Dia menyalami hamba-Nya sebagaimana seseorang bersalaman dengan saudaranya,Rasulullah SAW. mengatakansesungguhnya pada hajar aswad itu terdapattujuh puluh malaikat,tengah memohonkan ampun ( kepada Allah ) untuk orang-orang muslim dan mukmin dengan tangan-tangan mereka, seraya rukuk, sujud dan bertawaf.



AIR ZAM-ZAM
Tempatnya 20 meter ke kiri dari Masjidil Haram ada semacam terowongan dengan trap trap ke bawah, di dalam sumber air Zam Zam itu berada yang sekarang sudah ditutup dan dipagari dengan kaca tebal yang didalamnya sudah dipasangi instalasi pipa modern untuk mengalirkan air Zam Zam itu ke tempat tempat yang sudah ditentukan. Dahulu pada masa jahiliah air zamzam dijuluki syabba'ah (yang banyak mengeyangkan),dan diyakini bahwa ia adalah sebaik-baik penolong bagi keluarga. Air zam-zam memiliki nilai yang sangat tinggi bagi ummat Islam karena ini adalah air Barokah,air yang diberikan oleh tuhan Yang Maha Pemurah sehingga dapat diminum untuk apa saja. Seperti yang dinyatakan oleh Nabi Muhammad SAW dan Nabi tidak menyatakan sesuatu kecuali wahyu dari Allah "Air zam-zam dapat diminum untuk apa saja ". Air zam-zam rasanya agak lain dari air biasa namun demikian yang penting riwayat dari sumur itu sendiri. Waktu Nabi Ismail as. dan ibunya (Siti Hajar) ditinggalkan oleh Nabi ibrahim di lembah itu setelah kehabisan persediaan air untuk minum maka ibunya pergi ke bukit Shafa mencari-cari mata air tetapi yang dicari tidak ada,maka pergilah ia ke bukit Marwah tetapi juga tidak mendapat mata air. Berlari-lari antara Shafa dan Marwah sampai tujuh kali namun tidak berhasil juga. Tiba-tiba ia mendengar suara yang tidak ada wujudnya. Siti Hajar berkata : Saya mendengar suaramu,tolonglah aku jika engkau punya kebaikan. Malaikat Jibril menampakkan diri dan memukul tanah yang akhirnya memancarlah sumber air. Siti hajar membendung seraya berkata-kata zamzam-zamzam,karena kuatir kalau air itu mengalir ke mana-mana. Di tempat mata air inilah akhirnya disebut sumur zam-zam. Nabi Muhammad SAW bersabda "Andaikata Siti Hajar membiarkan ir itu mengalir niscaya sumur itu menjadi mata air yang mengalir. Dengan air zam-zam itulah Siti Hajar dan puteranya Nabi Ismail as. dapat menyambung hidupnya. Keistimewaan sumur zam-zam ini antara lain meskipun airnya setiap hari diambil beribu-ribu liter,namun tidak pernah berkurang. Jamah haji yang baru pulang menunaikan ibadah haji umumnya membawa oleh-oleh dan tidak ketinggalan membawa korma dan air Zam-zam.

 


MAQOM IBRAHIM

Maqam Ibrahi, itu sebuah batu yang ditutup dengan kaca dan dibuat runcing tirus di bagian atapnya. Batu terdapat bekas telapak kaki (atsar) Ibrahim a.s. Dahulu batu itu dalam keadaan seperti sekarang ini, hanya saja Allah SWT hendak menjadikan maqam itu sebagai salah satu tanda diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya. Ketika Allah SWT menyuruh Ibrahim a.s. untuk menyeru kepada manusia agar mereka mengerjakan haji, maka dia(Ibrahim) berdiri dia tas maqam itu. Lalu maqam itu menjadi tinggi sehingga melebihi gunung-gunung dan tampak menonjol diantara apa-apa yang ada dibawahnya. Kemudian Ibrahim berkata,"Wahai umat manusia,penuhilah panggilan Tuhanmu." Kemudian manusia pun memenuhi panggilan Tuhannya,seraya berseru,Labbaik Allahumma Labbaik (Ya Allah, kami datang memenuhi panggilanmMu,ya Allah). Diatas maqam itu terdapat bekas dua telapak kaki Nabi Ibrahim sesuai dengan kehendak Allah SWT. Ibrahim memandang ke kanan dan ke kiri seraya berkata," Penuhilah panggilan Tuhanmu." Ketika selesai melakukan itu,dia meletakkan maqam itu sebagai kiblat. Selanjutnya,dia melakukan salat menghadap ke arahnya (menghadap pintu Ka'bah). Dengan demikian,jadilah ia kiblat hingga masa yang dikehendaki Allah. Berikutnya,Ismail mengerjakan salat menghadap ke arahnya (menghadap pintu Ka'bah). Diantara maqam Ibrahim a.s dan hajar aswad hingga zamzam, terdapat kuburan sembilan puluh sembilan orang nabi, mereka datang untuk menunaikan ibadah haji, kemudian mereka dikuburkan disana. Batu itu adalah pengganjal kaki Nabi Ibrahim as. sewaktu membangun Ka'bah. Jadi Maqam Ibrahim itu bukan kuburan Nabi Ibrahim. Maqam Ibrahim adalah satu diantara tempat mustajab.
MASJID NABAWI

Sejarah berdirinya Masjid Nabawi yaitu ketika Rasulullah SAW. Masuk Madinah, kaum Ansar mengelu-elukan beliau serta menawarkan rumah untuk beristirahat. Namun Rasulullah SAW menjawab dengan bijaksana : "Biarkanlah unta ini jalan,karena ia diperintahkan Allah. Setelah sampai di tanah milik kedua anak yatim bernama Sahal dan Suhail keduanya anak Amr bin Amarah dibawah asuhan Mu'adz bin Atrah,unta tersebut berhenti,kemudian beliau dipersilahkan oleh Abu Ayub Al Ansari,tinggal di rumahnya. Setelah beberapa bulan di rumah Au Ayub Al Ansari,Nabi mendirikan masjid di atas sebidang tanah yang sebagian milik As'ad bin Zurrah, sebagian milik kedua anak yatim (Sahal dan Suhai), dan sebagian lagi tanah kuburan Musyrikin yang telah rusak.Tanah kepunyaan kedua anak yatim tadi dibeli dengan harga sepuluh dinar yang dibayar oleh Abu Bakar Ra sedang tanah kuburan serta milik As'ad Bin Zurrah diserahkan sebagai wakaf. Waktu membangun masjid Nabi meletakkan batu pertama,selanjutnya kedua,ketiga,keempat dan kelima masing-masing oleh sahabat Abu Bakar,Umar,Usman dan Ali. Kemudian dikerjakan dengan gotong royong sampai selesai. Pagarnya dari batu tanah (setinggi kurang lebih 2 meter) tiang-tiangnya dari batang kurma,atap dari pelepah pohon kurma,halaman ditutup denga batubatu kecil,kiblat menghadap ke Baitul Maqdis,karena waktu itu perintah Allah SWT.

  
untuk menghadap Ka'bah belum turun. Pintunya tiga buah,yaitu pintu kanan,pintu kiri dan pintu belakang.Panjang masjid 70 hasta,lebar 60 hasta. Dengan demikian masjid itu sederhana sekali tanpa hiasan,tanpa tikar dan untuk penerangan waktu malam hari digunakan pelepah kurma kering yang dibakar. Masjid tersebut dibuat tahun ke-1 Hijriah. Di sisi masjid dibangun tempat kediaman Nabi dan Keluarganya yang kemudian mejadi tempat pemakamannya.Jumlah pintu yang dibuat sampai dengan masa Raja Abd. Aziz ialah Bab Su'ud,Abdul Aziz,Abdul Majid,Abu Bakar Assiddiq,Umar bin Khattab,Usman bin 'Affan,Babus Salam,Babur Rahman,Babun Nisa,Bab Jibril. Setiap pintu tingginya 6 m dan lebar 3,2 m dibuat dari kayu dihiasi ukiran dari tembaga kuning model Arab. Jumlah tiang sebanyak 232 buah,masing-masing tingginya 5 m. Didirikan 2 buah menara terletak di muka masjid tingginya masing-masing 70 m. Setelah perluasan di masa Raja Fahd jumlah pintu,tiang dan menara bertambah banyak dan seluruh ruangan ber-AC (full AC). Data perkembangan masjid Nabawi mulai dari zaman rasulullah SAW. sebagai berikut: Luas masjid waktu dibangun oleh Rasulullah 2.475 M2,tambahan Khalifah Usmar bin Khattaab 1.100 M2,tambahan Khalifah Usman bin Affan 496 M2, tambahan Khalifah Walid bin Abdul Malik 2.369 M2,tambahan Khalifah Abbas Al Mahdi 2.450 M2,tambahan Malik Al Qait Bey 120 M2,tambahan Khalifah Sultan Abdul Majid Al Usmani 1.293 M2,tambahan Mali Faisal 600 M2. Pada saat Malik Fahd sedang melaksanakan perluasan Masjid Nabawi tersebut seluas 82.000 M2.
 
MASJID QUBA
Masjid Quba adalah sebuah masjid yang terletak di daerah Quba. Quba itu sendiri adalah desa yang terletak kurang lebih 5 Km sebelah barat daya Madinah. Masjid ini dibangun Rasullah pada waktu pertama kali beliau menginjakkan kakinya di Madinah. Waktu Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah,orang-orang pertama yang menyosong kedatangan Rasulullah SAW adalah penduduk Quba. Karena orang-orang Quba dan Madinah belum mengenal Nabi maka tatkala Nabi bersama pengiring tunggalnya yaitu Abu bakar Assidiq datang dengan berpakaian yang sama-sama putih,mereka ragu-ragu mana yang Nabi. Hal itu menarik perhatian Abu Bakar. Untuk menghilangkan keragu-raguan mereka maka Abu Bakar memegang selendangnya dan dilindungkan di atas kepala Nabi. Dengan demikian Maka para penjemput mengerti yang mana Nabi. Kedatangan Nabi di Quba pada hari Senin tanggal 12 Rabi'ul Awal tahun 13 kenabiannya atau tahun 53 dari kelahiran beliau atau bertepatan dengan tanggal 20 September 622 M. Dan pada waktu di Quba beliau menempati rumahKalsum bin Hadam dari kabilah Amir bin Auf. Di Quba inilah beliau mendirikan Masjid di atas sebidang tanah milik Kalsum bin Hadam.
 
Batu pertama diletakkan oleh Nabi sendiri,kemudian berturut-turut diletakkan oleh Abu Bakar,Umar,Usman dan selanjutnya dikerjakan oleh para sahabat Muhajirin dan Ansar sampai selesai. Masjid Quba adalah masjid yang pertama didirikan oleh Nabi Muhammad SAW dan masjid ini pula disebut kan dalam Al-Qur'an dengan nama masjid Taqwa. Masjid ini dibangun Rasulullah SAW 2 kali,pertama ketika kiblatnya menghadap Baitul Maqdis dan kedua ketika kiblatnya menghadap Baitullah. Dalam membangun masjid ini beliau dibantu Malaikat Jibril yang memberi petunjuk arah kiblat masjid tersebut. Di masjid ini pula pertama kali diadakan shalat berjamaah secara terang-terangan. Letak masjid Quba saat ini berada di sudut perempatan jalan tidak jauh dari jalan baru yang menghubungkan Madinah-Makkah-Jeddah. Masjid ini berkali-kali diadakan perubahan dan perluasan antara lain oleh Khalifah Utsman bin Affan ra. kemudian Khalifah Umar bin Abdul Aziz menambah menara. Tahun 435 H diperbaiki lagi oleh Abu Ya'la al Hussaini. Tahun 1245 H oleh Sultan Muhammad ke II dan bangunannya diperbaharui sebagaimana sekarang ini. Di muka masjid dahulu ada sebuah sumur bernama Aris, airnya tawar. Karena di sumur ini cincin Rasulullah SAW. jatuh maka sumur tersebut disebut juga sumur Khatam(cincin).
 
MASJID QIBLATAIN
Disebelah Barat Laut Masjid Nabawi kurang 4 Km ada sebuah masjid yang bermenara dua berwarna putih bersih sangat cantik dan anggun. Masjid tersebutmula-mula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq. Pada permulaan Islam,orang melakukan salat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis di Yerussalem/Palestina. Pada tahun ke 2 Hijriyah hari senin bulan Rajabwaktu Rasulullah sedang melaksanakan salat zuhur di masjid Bani Salamah ini, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al Baqarah ayat 144.
 
Dalam salat dhuhur tersebut mula-mula Rasulullah SAW menghadap ke arah Masjidil Aqsa tetapi setelah turun ayat tersebut di atas,beliau menghentikan sementara,kemudian meneruskan salat ke Masjidil Haram. Dengan terjadinya peristiwa tersebut maka akhirnya. Masjid ini diberi nama masjid Qiblatain yang berarti Masjid berkiblat dua.



KHANDAK / MASJID KHAMSAH 
Khandak yaitu daerah gunung Sila'.Di daerah ini terdapat lima buah (Masjid Khamsah),diantaranya Masjid Abubakar Ashshiddiq,Masjid Umar bi Khaththaab,Masjid ali bin Abi Thalib,Masjid Salman Alfarisi dan Masjid Alfath. Khandak dari segi bahasa berarti parit, dalam sejarah islam yang dimaksud Khandak adalah peristiwa penggalian parit pertahanan sehubungan dengan peristiea pengepungan kota Madinah oleh kafir Quraisy bersama dengan sekutu -sekutunya dari Yahudi Bani Nadlir,Bani Ghathfan dan lain-lainnya. Di saat Rasulullah SAW mendengar kafir Quraisy bersama sekutu-sukutunya akan menggempur kota Madinah,maka Rasulullah bermusyawarah dengan para sahabat-sahabatnya,bagaimana cara menanggulangi penyerangan tersebut. Pada waktu sahabat Nabi,Salman Al Farisi memberikan saran supaya Rasulullah SAW membuat benteng pertahanan berupa parit,usul tersebut diterima oleh Rasulullah SAW membuat benteng pertahanan berupa parit,usul tersebut diterima oleh Rasulullah SAW. Maka digalilah parit pertahanan tersebut di bawah pimpinan Rasulullah SAW sendiri. Peristiwa pengepungan kota Madinah ini terjadi pada bulan Syawal tahun kelima Hijriah. Peninggalan perang Khandak yang ada sampai sekarang hanyalah berupa lima buah pos yang dulunya berjumlah tujuh, yang menurut sebagian riwayat tempat tersebut adalah bekas pos penjagaan pada peristiwa perang Khandak dan sekarang dikenal dengan nama Masjid Sab'ah atau Masjid Khamsah.JABAL UHUD
Jabal uhud adalah nama sebuah bukit terbesar di Madinah.Letaknya kurang lebih 5 km dari pusat kota Madinah,berada di pinggir jalan lama Madinah-Makkah. Jabal Uhud adalah sekelompok gunung yang ada di kota Madinah dan tidak bersambungan dengan gunung-gunung yang lain dimana pada umumnya gunung-gunung di Madinah ini adalah sambung menyambung,karena itulah disebut Jabal Uhud yang artinya gunung menyendiri. Gunung ini disebut Nabi sebagai salah satu gunung yang ada di surga,sehingga alau kita melihatnya sekarang Insya Allah kita akan melihatnya lagi di surga nanti. 

 


Mulai tahun 1984 perjalanan jamaah haji dari Makkah ke Madinah atau dari Madinah ke Jeddah tidak melalui jalan lama tersebut,melainkan melalui jalan baru yang tidak melewati pinggir Jabal Uhud. Di lembah bukit ini pernah terjadi perang dasyat antara kaum muslimin sebanyak 700 orang melawan kaum musyrikin Makkah sebanyak 3000 orang. Dalam pertempuran tersebut kaum muslimin yang gugur sampai 70 orang syuhada,antara lain Hamzah bin Abdul Munthalib paman Nabi Muhammad SAW. Perang uhud terjadi pada tahun ke 3H,waktu kaum musyrikin Makkah sampai di perbatasan Madinah,umat Islam mengadakan musyawarah bersama para sahabat yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW. Banyak para sahabat mengusulkan agar umat Islam menyosong kedatanganmusuh di luar kota Madinah,usul ini akhirnya disetujui oleh Nabi Muhammad SAW. Beberapa orang pemanah ditempatkan di atas gunung Uhud,untuk mengadakan serangan-serangan bilamana kaum musyrikin mulai menggempur kedudukan umat Islam. Dalam perang yang dasyat tersebut umat Islam mendapat kemenangan yang gemilang,pemanah umat Islam yang berada di atas gunung Uhud,setelah melihat barang-barang yang ditinggalkan oleh musuh ada beberapa di antara mereka yang menginggalkan pos untuk turut mengambil barang-barang tersebut padahal Nabi Muhammad SAW telah menginstruksikan agar tidak meninggalkan pos meski apapun yang terjadi. Adanya pengosongan pos oleh pemanah tersebut digunakan oleh Khalid bin Walid (sebelum masuk Islam) seorang ahli strategi yang memimpin tentara berkuda,menggerakkan tentaranya kembali guna menyerang sehingga umat Islam mengalami kekalahan yang tidak sedikit yaitu sampai 70 orang sahabat gugur sebagai syuhada. Dalam perang ini Hindun binti Utbah mengupah Wahsyi Alhabsyi,budak jubair untuk membunuh Hamzah karena ayah Hindun dibunuh oleh Hamzah dalam perang Badar. Begitu pula Jubair bin Mut'im berjanji kepada Wahsyi akan memerdekakannya setelah ia dapat membunuh paman Jubair dalam peperangan badar pula. Nabi Muhammad SAW sendiri dalam peperangan tersebut mendapat luka-luka. Dan sahabat-sahabatnya yang menjadi perisai Nabi Muhammad SAW gugur karena badannya penuh anak panah. setelah perang usai dan kaum musyrikin mengndurkan diri kembali ke Makkah,maka Nabi Muhammad SAW memerintahkan agar mereka yang gugur dimakamkan di tempat mereka roboh,sehingga ada satu liang kubur beberapa syuhada. Kuburan uhud waktu sekarang dikelilingi tembok.

 MAKAM NABI MUHAMMAD SAW DAN SAHABAT

 

Makam Rasulullah SAW Makam Abu Bakar As Siddiq Makam Umar Ibnul Khattab Makam Nabi Muhammad SAW terletak di sudut timur Masjid Nabawi dahulu dinamakan Maqshurah.Setelah masjid itu siperluas,makam itu termasuk di dalam bangunan masjid. Makam Rasulullah SAW itu sendiri dibatasi oleh pagar yang penuh dengan lukisan kaligrafi dan pintunya dilapisi emas. Namun begitu asykar(tentara) di sana masih juga menjaga ketat dengan pagar betis di sekeliling Makam Rasulullah sehingga jamaah hanya bisa berdoa dari jarak lima meter. Pada bangunan ini terdapat empat buah pintu :
1. Pintu sebelah kiblat dinamakan pintu At Taubah.
2. Pintu sebelah timur dinamakan pintu Fatimah.
3. Pintu sebelah utara dinamakan pintu Tahajjud.
4. Pintu sebelah barat ke Raudah (sudah ditutup).
Dalam ruangan ini terdapat 3 buah makam yaitu makam Rasulullah SAW,Abu Bakar As Siddiq dan Umar ibnul Khattab.

 


PINTU KA'BAH
Pintu ka'bah ini terbuat dari emas murni,dimana sejak berabad yang lalu pintu ka'bah memang masih berbentuk lama. Pada tahu 1363 H atau tahun 1943 M oleh Raja Abdul Azis pintu Ka'bah itu mendapat perbaikan,namun tetap tanpa pakai emas. Kemudian pada tahun 1977 M yaitu pada zaman Raja Khalid bin Abdul Azis mulai timbul pemikiran diadakannya pembauran. Pemikiran itu timbul pada bulan Jumadil Akhir tahun 1397 H ketika Raja Khalid bin Abdul azis berkunjung dan shalat dalam Ka'bah. setelah itu Raja Khalid memerintahkan untuk memperbaharui pintu Ka'bah tersebut. Pembikinan pintu Ka'bah dari emas itu kemudian diserahkan pada keluarga Badr yang sudah berpengalaman 80 tahun dan terkenal Rp.5.368.000.000,00. Biaya ini belum termasuk harga emas yang telah diasuransikan melalui percetakan uang negara dan emas yang dipakai seberat 280 kg emas murni. Dalam mengerjakan pekerjaan ini Achmad Ibrahim dibantu oleh seorang insitur bangunan terkenal yang bernama Munir Al Jundi serta seorang seorang penulis khath Arab terkenal dan ahli ukir ukiran bernama Abdurrahman Amien.

kemahirannya dalam kerajinan emas yang antik-antik. Biaya pembikinan dua daun pintu Ka'bah tersebut disetujui sebesar 13.420.000 real atau Sebelum mengerjakan pekerjaan pokok, diadakan study perbandingan dulu,untuk study ini saja memakan biaya sebesar 300.00 real atau Rp.120 juta. Pada awal bulan Dzulhijjah tahu 1398 atau tahun 1978 M pekerjaan besar itu mulai dikerjakan. Pekerjaan membuat pintu Ka'bah dari bahan emas murni itu dikerjakan dalam masa 12 bulan yakni sesuai dengan kontrak yang disetujui dengan raja. Kemudian bagaimana cara Ahmad Ibrahim membikinnya serta dengan menggunakan teori yang bagaimana. Pertama mengadakan keseimbangan antara pintu Ka'bah yang akan dibikin itu dengan tutup pintu (kelambu),terutama khath khath ayat suci Al Quran yang akan dimasukkan. Letak letak tulisan itu serta jarak antara satu dengan lainnya,termasuk jumlah pemakaian emas agar semua mencapai keseimbangan. Sebelum menginjak pada bahan emas maka diadakan percobaan dulu dengan menggunakan bahan dari perak,dengan emas terlalu lunak. Percobaan ini dilakukan sampai beberapa kali termasuk memperhatikan ayat-ayat Al Quran yang akan dimasukkan. Begitu juga besar kecilnya kunci pintu Ka'bah yang dirancang sedemikian rupa. Diantara dua pintu itu ada yang artunya demikian,bahwa pintu yang lama adalah pembaharuan yang dilakukan oleh Raja Abdul Azis pada tahun 1363H. (Raja Abdul Azis adalah pendiri kerajaan Arab Saudi). Sedangkan di bawahnya ada tulisan lagi yang artinya sedangkan pintu ini (pintu Ka'bah dari emas) diperbaharui pada zaman raja Khalid bin Abdul azis tahun 1399 H atau 1979 M. Setelah beberap bulan pintu Ka'bah dari emas itu dipasang yang dihadiri juga oleh Raja Khalid maka pada musim haji tahun 1979 itu terjadi pemberontakan dan tembak menembak di Masjidil Haram yang terkenal itu. Namun pemberontakan itu tidak ada kaitannya dengan pemasangan pintu Ka'bah yang baru dipasang tapi karena sebab lain. Pintu Ka'bah emas murni itu mempunyai tinggi 3 meter dan lebar 2 meter serta tebal setengah meter. Di dalam pintu itu ada kayu "Makamong" sepanjang 40,8 cm tiap satu daun pintu,sebagai penahan emas.Sedangkan pintu emas itu sendiri disusun secara Kock down dengan berat masing-masing potongan 50 kg.

 

MASJIDIL HARAM
Masjidil Haram adalah masjid yang paling tertua di muka bumi ini. Sejarahnya adalah sejajar dengan sejarah Ka'bah,Masjid ini mempunyai bentuk yang lain karena hanya merupakan lapangan di sekitar Ka'bah. Sejak zaman Nabi Ibrahim as. sampai zaman Nabi Muhammad SAW. belum mempunyai batas dinding tertentu,hanya rumah-rumah yang ada disekitarnya saja yang merupakan batas Masjidil Haram. Tempat Thawaf belum begitu luas karena pengunjungnya hanya terdiri dari orang Arab,demikian pula pada massa Nabi Muhammad SAW. dan sahabat Abu Abkar r.a. Pada zaman Khalifah Umar bin Khaththab r.a tahun 17 H beliau mengadakan beberapa perubahan karena banjir besar di sekitar Makkah sehingga menimbulkan kerusakan Masjidil Haram, maka beliau mengambil langkah-langkah:
1. Membeli beberapa rumah yang ada di sekitar masjid.
2. Membangun tembok untuk menjadi batas masjid.
3. Membikin beberapa pintu.
4. Menyediakan lampu-lampu di Masjid untuk penerangan di waktu malam hari.
Setelah selesai pembangunan Masjid maka Khalifa Umar membangun bendungan besar untuk mencegah banjir dan mengalihkan saluran dari Mudda'a ke Wadi Ibrahim. Pada tahun 26 H perluasan masjid yang dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khaththab di pandang belum mencukupi maka oleh Khalifah Utsman bin Affan diadakan perluasan dan ditambah pulah beberapa tempat yang beratap. Pada zaman jayanya Walid bin Abdul Malik bin Marwan menjadi khalifah tahu 88-96 H. terkenal keamanan dan kemakmurannya dan tidak pernah meninggalkan perhatiannya terhadap penyempurnaan Masjidil Haram sehingga membawa perbaikan yang lebih sempurna. Pada bangunan Masjidil Haram terdapat pilar-pilar yang berukiran indah dan tidak mengalami perubahan sampai zaman khalifah Abu Ja'far tahun 139 H. Pada hari sabtu 29 syawal 802 H. terjadi kebakaran di Masjidil Haram banyak tiang-tiang dan ukiran yang amat berharga habis terbakar. Kerusakan itu diperbaiki oleh Sulthan Farouk bin Barquk dari Mesir walaupun sederhana sekali dan sering terjadi kerusakan. Perbaikan itu dimulai tahun 979 H. yang atapnya mula-mula dari kayu jati dengan kubah-kubah batu. Pada 1072 H diadakan lagi perbaikan oleh Wali jeddah,Sulaeman Bey dan pengurus Masjidil haram. Perbaikan itu tidak hanya meliputi bagian dalam Masjidil Haram saja tetapi di luarpun banyak rumah yang diwakafkan untuk kediaman bagi Amirul Haj yang datang tiap tahun dari Mesir. Pada tanggal 19 Rabiutstsani tahu 1374 H/1955 M,dimulai pembangunan Masjidil Haram Makkah. Pembangunan itu tidak hanya merupakan penyempurnaan yang telah ada tetapi merupakan tambahan bangunan baru. Bangunan masjid baru itu dibuat seluruhnya dari beton,dinding luarnya dari batu marmar dan menaranya sebanyak tujuh buah menjulang tinggi. Bangunan tersebut bertingkat tiga dan di bawah tanah terdapat ruangan yang luas hampir seluas masjid itu,juga dipergunakan untuk shalat. Selain dari ruangan terdapat pula terowongan untuk menyalurkan banjir dari sebelah timur menembus ke sebelah barat masjid. Masjidi Haram dikelilingi oleh jalan-jalan raya dan lapangan serta gedung bertingkat untuk tempat parkir kendaraan. Luas Masjidil Haram pada waktu sekarang 160.168 meter persegi dan dapat menampung 500.000 orang Mas'a (tempat sa'i) 10 .172 meter persegi Babahim.

  

KA'BAH MASJIDIL HARAM
Allah berfirman pula, Allah telah menjadikan Ka'bah,rumah suci itu sebagai pusat (peribadahan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan haram,hayda,qalaid (Allah mejadikan yang) demikian itu agar kamu tahu bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. Al-Maidah:97).Ka'bah dibangun oleh Nabi Ibrahim as. Bersama putranya Nabi Ismail as. Dibantu oleh para Malaikat. Ka'bah dinamakan demikian karena bangunannya yang persegi empat itu. Dalam bahasa Arab setiap rumah persegi empat dinamakan ka'bah. Setiap waktu di sekeliling Ka'bah itu melakukan thawaf. Bangunan Ka'bah ini pada zaman Nabi Ibrahim as. berukuran tinggi 9 hasta,lebar bagian selatan 20 hasta,bagian utara 22 hasta,panjang sebelah timur 32 hasta dan panjang di sebelah barat 31 hasta. Waktu itu Ka'bah belum beratap dan juga belum sempurna pintunya. Ka'bah sebagaimana bangunan lain di Makkah selalu mengalami kerusakan,tentu memerlukan perbaikan-perbaikan. Perbaikan pada zaman Nabi Ibrahim as. dilakukan oleh Kabilah Amaliqah dan kabilah Jurhum.
Sejak nenek Nabi Muhammad SAW. yang keempat Qusay Bin Kila, telah memberi atap Ka'bah tersebut dengan kayu dum dan daun-daun kurma. Tahun 571 m. lahir Nabi Muhammad SAW. Raja Najasi bernama Abrahah dari Habsyah menyerbu ke Makkah berusaha untuk meruntuhkan
Ka'bah namun tuhan mengirim burung-burung ababil untuk menghancurkan pasukan Abrahah tersebut karena Tuhan tidak mengizinkan untuk menghancurkannya. Ka'bah adalah suatu bangunan yang bisa saja pada suatu saat mengalami kerusakan. Kewajiban bagi ummat Islam terutama penguasa Makkah bertanggung jawab penuh dalam perbaikan Ka'bah tersebut.Perbaikan Ka'bah itu berturut-turut telah dilaksanakan sebagi berikut :Tahun35 dari kelahiran Nabi Muhammad SAW terjadi banjir sehingga batu dinding Ka'bah mengalami keretakan dan juga bagian-bagian dari Hajar Aswad. Perbaikan dikerjakan oleh Kabilah-kabulah sekitar Makkah. Tetapi setelah akan meletakkan Hajr aswad ke tempat semula timbullah perselisihan siapa yang berhak untuk meletakkan Hajar Aswad tersebut. Yang menjadi sesepuh Kabilah di sekitar Makkah waktu itu abu Umayyah bin Al Mughirah Al Mahzumi berkata "barang siapa yang mula-mula masuk masjid dari jurusan pintu Shafa besok pagi maka dailah yang harus kita terima menjadi hakim". Ternyata yang pertama masuk ke dalam masjid adalah Nabi Muhammad SAW. sehingga beliau telah disepakati menjadi hakim.

 

Nabi Muhammad SAW. melaksanakan tugas itu dengan menghamparkan surbannya dan Hajar Aswad diletakkan di tengah-tengah, kemudian setiap kepala kabilah dipersilahkan memegang ujung serban itu dan mengangkat Hajar aswad beramai-ramai ke tempat semula. Selanjutnya Nabi Muhammad sendiri yang meletakkan Hajar Aswad di penjuru Ka'bah seperti yang kit lihat sekarang. Perselisihan yang nyaris menjadi pertumpahan darah telah dihindarkan berkat kebijaksanaan Nabi Muhammad SAW. Ka'bah yang dibangun pada saat itu tingginya 18 hasta,pintunya ditinggikan dari tanah seperti terlihat sekarang serta di dalamnya dibuat tiang 6 tiang dan diberi atap dengan baik. Dua sudut sebelah utara dibuatkan tangga untuk naik ke atas Ka'bah. Perbaikan Ka'bah selanjutnya dikerjakan sewaktu Abdullah Zubair menjadi Walikota Makkah. Karena Zubair tidak setuju Yazid Bin Muawiyah menjadi Khalifah maka Yazid mengirimkan tentara untuk menundukkannya. Dengan menggunakan senajata manjanik(Mortir sekarang) dia menggempur kota Makkah sehingga dinding Ka'bah terdapat kerusakan. Setelah tentara Yazid bin Mu'awiyah mundur mendengar bahwa Khalifah Yazid telah wafat maka Abdullah bin Zubair membangun Ka'bah kembali hingga selesai tanggal 17 Rajab 62 Ha. Tahun 75 H. Abdullah Zubair ditaklukkan oleh Hajjaj bin Yusuf,sehingga praktis Makkah dan Ka'bah dikuasai oleh Hajjaj. Waktu sedang berkuasa itulah Hajjaj merombak bangunan Ka'bah atas izin Khalifah Abdul Malik Bin Marwan,dengan pertimbangan bahwa Ka'bah yang dibangun sewaktu Abdullah Zubair melebihi dari bentuknya semula. Jadi pembangunan oleh Hajjaj ini sekedar mengembalikan Ka'bah ke asalnya. Sewaktu Syarif Mas'ud bin Idris menjadi Amir kota Makkah dan di bawah Kerajaan Sulthan Murad Khan di Turki,tahun 1038 H,tanggal 19 Sya'ban terjadilah banjir besar di kota Makkah sehingga Ka'bah separuhnya tergenang. Setelah surut tampak dinding Ka'bah retak-retak dan banyak batunya yang runtuh. Amir Syarid Mas'ud bin Idris berunding dengan para pembesar dan Alim Ulama untuk memperbaikinya. Nasihat para Ulama dan pembesar agar hal itu diberitahukan kepada Sulthan Murad Khan. Atas izin Sulthan Ka'bah diperbaiki dan penyelesaiannya diteruskan oleh Amir Syarief Abdullah bin Hassan bin Abu Namir pada tanggal 12 Zulhijjah 1040 H. Pemerintah Arab Saudi Memeperbaiki Ka'bah hingga selesai tanggal 11 Sya'ban 1377 H. Mengenai soal kelambu Ka'bah (Kiswah) ceritanya pada saat dua abad sebelumnya tahun Hiriyaha orang yang mula-mula memberi kelambu Ka'bah adalah AS'ad Ahimyari. Di zaman Islam Rasulullah pernah memasang kiswah dan diteruskan oleh Kalifah Abu Bakar Shiddiq dan Khalifah Umar dengan biaya kas negara.Tahun 743 H sanpai tahun 1381 H kiswah dibuat dan ditanggung oleh Pemerintah Mesir tetapi tahun berikutnya dibuat sendiri oleh Pemerintah Arab Saudi.

 

MASJID NAMIRAH
Di tengah-tengah padang Arafah terdapat sebuah masjid bernama Namirah. Namirah adalah nama seorang wanita yang bersedia mengabdikan diri menjaga masjid tersebut sampai akhir hayatnya. Di tempat ini pula wanita tersebut dikuburkan. sewaktu Rasulullah melakukakan haji wada' beliau melakukan shalata zhuhur dan ashar dengan jama' takdim di masjid ini.
MASJID TAN'IM
Letaknya di luar kota Makkah tempat orang -orang mengganti pakaian dengan pakaian ihram,bagi orang yang tinggal di luar kota Makkah antara luar kota dan Miqat makam. Disini dibangun sebuah masjid yang besar. Masjid Tan'im ,tempat dimana Ausyah memulai umrah atas perintah Rasulullah SAW.
 
 

JABAL NUR DAN GUA HIRA
Disebelah utara masjidi Haram kurang lebih 6 km, terdapat sebuah gunung,tidak begitu tinggi (Jabal Nur). Untuk mendaki ke atas memerlukan waktu kurang lebih satu jamsedangkan dipuncaknya agak menurun sedikit terdapat sebuah gua yang cukup empat orang duduk,tinggi di dalamnya setinggi orang berdiri. Gua tersebut dikenal dengan nama gua Hira. Jabal Nur dan Gua Hira ini sangat penting dalam sejarah Islam karena di gua inilah Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama yaitu surat Al'alaq dari ayat 1 sampai 5.



Kata Jamarat adalah bentuk jamak dari kata Jumrah yang berarti jumrah Aqabah. Jumrah Wusta dan jumrah Ula. Kata Jumrah berarti kumpulan batu-batu kecil namun kata ini akhirnya menjadi nama lokasi yang dilempari batu kerikil oleh para pelaku haji saat mereka berada di Mina. Jumrah Aqabah disebut juga jumrah Kubro yaitu Jumrah yang paling dekat dengan Makkah sekaligus sebagai batas antara Mina dan Makkah. Pada tanggal 10 Zulhijjah setiap jamaah haji harus melempari Jumrah ini tujuh kali lemparan yaitu setelah mereka melakukan wukuf di Arafah dan bermalam di Muzdalifah. Sedangkan pada tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah mereka melontar jumrah Ula dan Jumrah Wusta secara urut. Jadi pada tanggal 10 Dzulhijjah jemaah haji hanya melempar satu jumrah saja yaitu Jumrah Aqabah namun pada tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah jemaah melempar tiga jumrah yang dimulai dari Jumrah Ula dan diakhiri jumrah Aqabah. Adapun masa atau waktu melempar Jumrah Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah dimulai dari setelah tengah malam dan batas terakhirnya sampai matahari tenggelam tanggal 13 Dzuhijjah. Dan waktu yang dusunahkan adalah setelah matahari terbit samapi tergelincirnya matahari (tengah hari) tanggal 10 Dzulhijjah. Melontar jumrah mengingatkan jamaah haji bahwa Iblis senantiasa berusaha menghalang-halangi orang mukmin yang akan melakukan kebaikan. Oleh karenanya pertolongan Allah hendaklah senantiasa domohonkan agar termasuk yang disegani Iblis menjadi orang-orang yang dengan ikhlas menjalani hidup mentaati petunjuk-petunjuk Allah. Demikian penting peringatan demikian itu diberikan,sehingga untuk melontar jumrah tidak hanya satu kali tetapi berkali-kali,sekurang-kurangnya selama tiga hari dan sempurnanya empat hari,yang dimulai Hari Raya Qurban dilanjutkan dengan hari-hari Tasyriq sekurang-kurangnya dua hari dan sempurnanya adalah sampai tiga hari tasyriq. Tidak pernah berhenti menggoda dan tidak mudah dirasakan godaannya.Orang-orang yang hidup ikhlas sajalah yang akan mampu menanggulangi godaan setan itu. Keberhasilan Nabi Ibrahim As menangkis godaan iblis diikuti dengan segera melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih anaknya.Suasana pelemparan jumrah di 

 
Jabal Rahmah (tugu putih) yang selalu dikunjungi jamaah haji sewaktu wukuf di Arafah Di saat pisau Ibrahim As akan digoreskan pada batang leher Ismai'il terdengarlah seruan untuk menghentikan penyembelihan itu. Perintah menyembelih anak itu hanyalah ujian belaka. Maka digantilah Isma'il dengan binatang sembelihan yang besar. binatang itulah yang kemudian disembelih. Menyembelih kurban pada Hari Raya Qurban adalah mengikuti sunnah Nabi Ibrahim As dan dilestarikan dalam syari'at Nabi Muhammad SAW dan berlaku hingga hari Qiyamat kelak. Pada tahun 1975 M tempat melempar Jumrah ini dibangun semacam jembatan layang agar sebagian jemaah dapat melempar dari atas untuk mengurangi kepadatan dilokasi aslinya yang sudah terasa sempit. Mungkin suatu ketika diperlukan satu tingkat lagi setelah dua tingkat yang ada sekarang ini tidak memadai.

HONOR JANGAR - Tanah Suci Makkah dan Madinnah

MASJID AGUNG DEMAK


Indotoplist.com : Sesuai dengan namanya, Museum Masjid Agung Demak terletak di dalam kompleks Masjid Agung Demak dalam lingkungan alun-alun kota Demak.
MUSEUM MASJID AGUNG DEMAK
Masjid Agung Demak merupakan masjid tertua di Pulau Jawa, didirikan Wali Sembilan atau Wali Songo. Lokasi Masjid berada di pusat kota Demak, berjarak + 26 km dari Kota Semarang, + 25 km dari Kabupaten Kudus, dan + 35 km dari Kabupaten Jepara.

Masjid ini merupakan cikal bakal berdirinya kerajaan Glagahwangi Bintoro Demak. Struktur bangunan masjid mempunyai nilai historis seni bangun arsitektur tradisional khas Indonesia. Wujudnya megah, anggun, indah, karismatik, mempesona dan berwibawa. Kini Masjid Agung Demak difungsikan sebagai tempat peribadatan dan ziarah.

Penampilan atap limas piramida masjid ini menunjukkan Aqidah Islamiyah yang terdiri dari tiga bagian ; (1) Iman, (2) Islam, dan (3) Ihsan. Di Masjid ini juga terdapat “Pintu Bledeg”, bertuliskan “Condro Sengkolo”, yang berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani, dengan makna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H.

Raden Fattah bersama Wali Songo mendirikan Masjid Maha karya abadi yang karismatik ini dengan memberi prasasti bergambar bulus. Ini merupakan Condro Sengkolo Memet, dengan arti Sariro Sunyi Kiblating Gusti yang bermakna tahun 1401 Saka. Gambar bulus terdiri dari kepala yang berarti angka 1 ( satu ), kaki 4 berarti angka 4 ( empat ), badan bulus berarti angka 0 ( nol ), ekor bulus berarti angka 1 ( satu ). Bisa disimpulkan, Masjid Agung Demak berdiri pada tahun 1401 Saka.

Di museum ini utamanya disimpan bagian-bagian soko guru yang rusak (sokoguru Sunan Kalijaga, sokoguru Sunan Bonang, sokoguru Sunan Gunungjati, sokoguru Sunan Ampel), sirap, kentongan dan bedug peninggalan para wali, dua buah gentong (tempayan besar) dari Dinasti Ming hadiah dari Putri Campa abad XIV, pintu bledeg buatan Ki Ageng Selo yang merupakan condrosengkolo berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani yang berarti angka tahun 1388 Saka atau 1466 M atau 887 H, foto-foto Masjid Agung Demak tempo dulu, lampu-lampu dan peralatan rumah tangga dari kristal dan kaca hadiah dari PB I tahun 1710 M, kitab suci Al-Qur’an 30 juz tulisan tangan, maket masjid Demak tahun 1845 – 1864 M, beberapa prasasti kayu memuat angka tahun 1344 Saka, kayu tiang tatal buatan Sunan Kalijaga, lampu robyong masjid Demak yang dipakai tahun 1923 – 1936 M.

Kunjungan:
Museum ini buka tiap hari dari Senin hingga Minggu jam kerja (08.00-16.00) dengan mengisi kas untuk pemeliharaan koleksi secara sukarela.

Koleksi antara lain :
Pintu bledeg buatan Ki Ageng Selo tahun 1466 M, dibuat dari kayu jati berukiran tumbuh-tumbuhan, suluran, jambangan, mahkota, dan kepala binatang (naga?) dengan mulut terbuka menampakkan gigi-giginya yang runcing. Menurut cerita, kepala naga tersebut menggambarkan petir yang kemudian dapat ditangkap oleh Ki Ageng Selo.
MUSEUM MASJID AGUNG DEMAK
PENINGGALAN KERAJAAN DEMAK YANG MASIH TERSIMPAN DI MUSEUM MASJID AGUNG MELIPUTI :

Soko Majapahit,
tiang ini berjumlah delapan buah terletak di serambi masjid. Benda purbakala hadiah dari Prabu Brawijaya V Raden Kertabumi ini diberikan kepada Raden Fattah ketika menjadi Adipati Notoprojo di Glagahwangi Bintoro Demak 1475 M.

Pawestren,
merupakan bangunan yang khusus dibuat untuk sholat jama’ah wanita. Dibuat menggunakan konstruksi kayu jati, dengan bentuk atap limasan berupa sirap ( genteng dari kayu ) kayu jati. Bangunan ini ditopang 8 tiang penyangga, di mana 4 diantaranya berhias ukiran motif Majapahit. Luas lantai yang membujur ke kiblat berukuran 15 x 7,30 m. Pawestren ini dibuat pada zaman K.R.M.A.Arya Purbaningrat, tercermin dari bentuk dan motif ukiran Maksurah atau Kholwat yang menerakan tahun 1866 M.

Surya Majapahit,
merupakan gambar hiasan segi 8 yang sangat populer pada masa Majapahit. Para ahli purbakala menafsirkan gambar ini sebagai lambang Kerajaan Majapahit. Surya Majapahit di Masjid Agung Demak dibuat pada tahun 1401 tahun Saka, atau 1479 M.

Maksurah,
merupakan artefak bangunan berukir peninggalan masa lampau yang memiliki nilai estetika unik dan indah. Karya seni ini mendominasi keindahan ruang dalam masjid. Artefak Maksurah didalamnya berukirkan tulisan arab yang intinya memulyakan ke-Esa-an Tuhan Allah SWT. Prasasti di dalam Maksurah menyebut angka tahun 1287 H atau 1866 M, di mana saat itu Adipati Demak dijabat oleh K.R.M.A. Aryo Purbaningrat.

Pintu Bledeg,
pintu yang konon diyakini mampu menangkal petir ini merupakan ciptaan Ki Ageng Selo pada zaman Wali. Peninggalan ini merupakan prasasti “Condro Sengkolo” yang berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani, bermakna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H.

Mihrab atau tempat pengimaman,
didalamnya terdapat hiasan gambar bulus yang merupakan prasasti “Condro Sengkolo”. Prasasti ini memiliki arti“Sariro Sunyi Kiblating Gusti”, bermakna tahun 1401 Saka atau 1479 M (hasil perumusan Ijtihad). Di depan Mihrab sebelah kanan terdapat mimbar untuk khotbah. Benda arkeolog ini dikenal dengan sebutan Dampar Kencono warisan dari Majapahit.

Dampar Kencana,
benda arkeologi ini merupakan peninggalan Majapahit abad XV, sebagai hadiah untuk Raden Fattah Sultan Demak I dari ayahanda Prabu Brawijaya ke V Raden Kertabumi. Semenjak tahta Kasultanan Demak dipimpin Raden Trenggono 1521 – 1560 M, secara universal wilayah Nusantara menyatu dan masyhur, seolah mengulang kejayaan Patih Gajah Mada.

Soko Tatal / Soko Guru,
yang berjumlah 4 ini merupakan tiang utama penyangga kerangka atap masjid yang bersusun tiga. Masing-masing soko guru memiliki tinggi 1630 cm. Formasi tata letak empat soko guru dipancangkan pada empat penjuru mata angin. Yang berada di barat laut didirikan Sunan Bonang, di barat daya karya Sunan Gunung Jati, di bagian tenggara buatan Sunan Ampel, dan yang berdiri di timur laut karya Sunan Kalijaga Demak. Masyarakat menamakan tiang buatan Sunan Kalijaga ini sebagai Soko Tatal. 

Situs Kolam Wudlu.
Situs ini dibangun mengiringi awal berdirinya Masjid Agung Demak sebagai tempat untuk berwudlu. Hingga sekarang situs kolam ini masih berada di tempatnya meskipun sudah tidak dipergunakan lagi.

Menara,
bangunan sebagai tempat adzan ini didirikan dengan konstruksi baja. Pemilihan konstruksi baja sekaligus menjawab tuntutan modernisasi abad XX. Pembangunan menara diprakarsai para ulama, seperti KH.Abdurrohman (Penghulu Masjid Agung Demak), R.Danoewijoto, H.Moh Taslim, H.Aboebakar, dan H.Moechsin .
Sumber : Museum Ronggowarsito (www.museumronggowarsito.org)
HONOR JANGAR - MASJID AGUNG DEMAK

.

.
Template by : kendhin Honor Jangar