Tampilkan postingan dengan label Room Seputar Hack Ier dan Ienk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Room Seputar Hack Ier dan Ienk. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Mei 2012

Museum Propinsi Kalimantan Barat



Indotoplist.com : Museum propinsi Kalimantan Barat merupakan Unit Pelaksana Teknis ( UPT ) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Barat, yang merupakan unsur pelaksana operasional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Kalimantan Barat.
Museum Propinsi Kalimantan Barat
LOKASI:

Museum Propinsi Kalimantan Barat
Jl. Jenderal A. Yani Pontianak, telp. (0561) 34600
Website: www.museumkalbar.net



KLASIFIKASI KOLEKSI

Berdasarkan hasil pengkajian koleksi, bahwa koleksi museum tidak hanya terbatas pada benda budaya tetapi juga benda-benda alam. Ditinjau dari jenis bahan penyusunnya, koleksi museum dapat digolongkan atas tiga kelompok besar, yaitu koleksi an organik, organi dan campuran. M

engingat sifat koleksi museum yang sangat kompleks, maka diperlukan suatu penanganan/pengelolaan melalui klasifikasi koleksi berdasarkan disiplin ilmu yang bersifat konvensi. Hasil klasifikasi koleksi tersebut untuk museum umum/propinsi terdiri atas 10 (sepuluh) jenis koleksi yaitu  :
  1. Geologika/Geografika
  2. Biologika
  3. Etnografika
  4. Arkeologika
  5. Historika
  6. Numismatika / Heraldika
  7. Filologika
  8. Keramologika
  9. Seni Rupa / Seni Kria
  10. Teknologika/Modern Pengertian jenis koleksi adalah suatu benda atau kumpulan benda yang berkaitan dengan cabang kesenian, disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi.
Museum Propinsi Kalimantan Barat
Koleksi Geologika/Geografika :

Benda koleksi yang merupakan objek disiplin ilmu geologika/geografika, meliputi  batuan,  mineral   dan   benda-benda   bentukan  alam   lainnya ( permata, granit, andesit, termasuk fosil ), peta dan peralatan pemetaan.

FOSIL KAYU

Proses pemfosilan kayu ini terjadi jutaan tahun yang lalu. Adapun kayu jenis ini termasuk zaman Cenozoikum periode Tersier, telah ada pohon kayu yang tumbang, karena terjadi penimbunan akibat dislokasi maka kayu terhimpit di dalam lapisan bumi makin dalam dan makin lama penimbunan ini menjadikan batang kayu tersebut membatu menjadi fosil.

Bagian kulit kayu tampak berserat-serat, sedangkan bagian dalam empelur kayu telah membatu dan berwarna hitam kekuning-kuningan seperti karat. Fosil kayu ini ditemukan dalam bentuk potongan.

Museum Propinsi Kalimantan Barat
Koleksi Biologika:

Benda koleksi yang merupakan objek disiplin ilmu biologika, anatara lain tengkorak atau kerangka manusia, tumbuh-tumbuhan dan hewan baik yang diawetkan maupun yang tidak diawetkan.

OFSET TRENGGILING

Hidup di daerah tropis. Kepala kecil dan mengecil pada bagian moncong, badan panjang, ekor panjang mengecil bagian ujung, berkaki empat dan bersisik keras seperti sisik ikan. Untuk menangkap mangsa yang besar dan menjaga keselamatan tringgiling akan menggulungkan badannya seperti bola.

Museum Propinsi Kalimantan Barat
Koleksi Etnografika  :

Benda koleksi yang merupakan objek penelitian antropologi. Benda–benda tersebut merupakan hasil budaya atau menggambarkan identitas suatu etnis.

A G I T

No. 4836/E Agit (kalung) terbuat dari taring babi, kuku beruang, tulang dan gigi binatang, kerang laut, bambu, kayu berbentuk manusia jongkok, uang logam, botol, manik kaca warna biru dan putih.

Digunakan oleh Sang Balian (dukun) suku Dayak Iban di Kapuas Hulu Kalimantan Barat dalam upacara BALENGGANG (pengobatan), bertujuan untuk menangkal atau mengusir roh jahat dalam tubuh si sakit serta mendatangkan roh yang dianggap baik untuk memberikan kekuatan.
Museum Propinsi Kalimantan Barat
Koleksi Filologika :

Benda koleksi yang menjadi objek penelitian filologi, berupa naskah kuno yang ditulis tangan yang menguraikan suatu hal atau peristiwa.

Surat Emas Tulisan Arab Malayu berasal dari Kesultanan Pontianak

Museum Propinsi Kalimantan Barat
Koleksi Arkeologika  :

Benda koleksi yang merupakan hasil budaya manusia masa lampau yang menjadi objek penelitian arkeologi. Benda-benda tersebut  merupakan hasil peninggalan budaya sejak masa prasejarah sampai pengaruh budaya barat.

LINGGA DAN YONI

Ditemukan di situs Nanga Balang  Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu. Lingga berbentuk bunga teratai ( padma ) , Yoni berbentuk bola. Digunakan untuk kesuburan.
Museum Propinsi Kalimantan Barat
Koleksi Historika  :

Benda koleksi yang menjadi objek penelitian sejarah. Benda-benda ini mempunyai nilai sejarah sejak masuknya budaya barat sampai sekarang.
Benda-benda ini pernah digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan suatu peristiwa ( sejarah ) yang berkaitan dengan suatu organisasi masyarakat (misalnya negara, kelompok, tokoh dan sebagainya ).

PEDANG VOC

No. 4919/H Pedang ini terbuat dari besi baja, bentuk pipih panjang, tajam pada sebelah sisinya. Pada sisi kanan badan tertulis SHAVER COOL VOC di dalam medallion, sedangkan samping kirinya dihiasi dengan motif sulur daun, kapal berbendera.

Gagang terbuat dari batu, bentuk bergelombang dibungkus dengan kuningan motif kepala burung dengan bulu leher belakang dan pelindung tangan berbentuk seperti dam diukir dengan motif sulur daun dan tulisan VOC. Sarung terbuat dari kulit pada ujung dan pangkalnya dilapisi kuningan.

Pedang ini merupakan senjata perlengkapan perang yang digunakan para penjajah Belanda di daerah Kalimantan Barat.

Museum Propinsi Kalimantan Barat
Koleksi Numismatika :

Setiap mata uang atau alat tukar ( token ) yang sah.

UANG KERTAS

Bentuk empat persegi panajang, terbuat darti kertas. Sisi muka terdapat gambar seorang pria sedang menoreh getah pohon karet, motif pilin, suluran, tumpal dan lain-lain, didominasi warna merah. Sisi belakang terdapat rumah panggung dengan pekarangannya ditanami pohon pisang, motif kait yang dikombinasikan, didominasi warna merah dan hijau. Sisi samping ada dinding (sekat).

Uang kertas ini bernilai nominal SERATUS RUPIAH dan mulai beredar pada tahun 1959, diciptakan oleh Junalies dan M. Sadjiroen denagan nomor seri  : JFN 052987. Digunakan sebagai alat pembayaran pada masa pemerintahan Orde Lama.
Museum Propinsi Kalimantan Barat
Koleksi Heraldika  :

Setiap tanda jasa, lambang dan tanda pangkat resmi (termasuk cap/stempel).

K U P O N

Kupon ini dibuat oleh Pemerintah Hindia Belanda.
Karet-karet rakyat dibeli oleh pemerintah, kemudian dibayar dengan kupon yang sudah tertera nama penjual / pemilik kebun.

Kupon ini dibagikan sebulan sekali oleh pemerintah Hindia Belanda melalui badan yang bernama “ BEVELKING RUBBER RESTRICTIE “. 

 
Museum Propinsi Kalimantan Barat
Koleksi Keramologika  :

Benda koleksi yang dibuat dari bahan tanah liat yang dibakar ( baked clay ) berupa barang pecah belah.

TEMPAYAN

No. 1061/K Terbuat dari bahan batuan, berbentuk lonjong, mulut lebar dengan bibir membalik keluar. Pada bahu terdapat enam buah telinga vertical beralur, berujung bekas tekanan jempol dan dihiasi dengan tombol-tombol bulat berderet mengelilingi bahu.

Glasir warna hijau, bagian kaki dasar bawah hingga bagian dalam tidak diglasir. Tempayan ini digunakan oleh masyarakat suku Dayak sebagai wadah minuman tuak juga dijadikan alat untuk membayar denda adat sebagai sanksi atas kesalahan seseorang.
Museum Propinsi Kalimantan Barat
Koleksi Seni Rupa / Seni Kria :

Benda koleksi  seni yang mengekspresikan pengalaman artistik manusia melalui objek-objek dua atau tiga dimensi.

TAS BERUYUT

No. 4886/E Terbuat dari rotan yang telah dipisahkan dan dianyam secara tradisional dengan bentuk bulat tinggi. Bagian atas/permukaan diberi tali untuk menutup dan membuka. Salah satu sisi bagian atas dan bawah diberi ikatan tali dari anyaman rotan yang berfungsi sebagai gantungan untuk membawa tas tersebut.

Pada seluruh dinding luar dihiasi dengan ragam hias motif geometris, meander, pinggir awan dan motif binatang kera dengan warna hitam dan merah.

Tas ini digunakan untuk tempat pakaian sewaktu bepergian oleh masyarakat suku Dayak  setempat terutama Suku Dayak Iban.
Sumber : www.museumkalbar.net
HONOR JANGAR - Museum Propinsi Kalimantan Barat

Hack Apa Crack [ER]


Hacker dalam tulisan Eric Steven Raymond adalah "there is a community, a shared culture, of expert programmers and networking wizards that its history back trough decades to the firs time-sharing minicomputers and the earliesr ARPAnet experiment"

Dengan kata lain, Raymon mengatakan, "the members of this culture originated the term 'hacker'". Para hackerlah yang kemudian memperkenalkan internet, membuat program sistem operasi UNIX hingga bisa digunakan saat ini. Dan para hacker pula lah yang telah berjasa dalam menjalankan World Wide Web (www) sehingga dapat dinikmati oleh semua orang di seluruh dunia di belahan manapun dia berada asal terkoneksi pada internet.

Lebih lanjut Raymon mengatakan "jika anda berada pada komunitas ini dan jika anda memiliki konstribusi didalamnya, dan kemudian orang mengenal anda sebagai hacker, maka anda adalah seorang hacker".

Sekilas dari pandangan Raymon kita dapat satu definisi bahwa seorang hacker bukanlah orang yang jahat seperti yang kita pikirkan selama ini. Ya, jika mereka memang bisa masuk kedalam komputer kita (malalui jaringan internet) karena mereka bisa menguasai ilmunya. Namun jika ada orang yang kemudian masuk secara ilegal kedalam komputer kita dan kemudian "mencuri dan mengacak-ngacak" data kita, mereka adalah CRACKER. Dan bisa jadi mereka adalah seorang hacker dalam dunia yang berbeda. Dengan kata lain, mereka semua adalah para ahli dalam hal teknologi informasi ini dan berkecimpung serius didalamnya.

Namun untuk menghindari kerancuan, maka sebuah kata kunci dalam masalah ini, menurut Raymon adalah perbedaan antara keduanya; seorang Hacker adalah dia yang membangun sistem, sementara seorang Cracker malah "menghancurkannya". (How to become a hacker, Eric S. Raymond, 2001).

Kapan istilah hacker menjadi trend sebagai sebuah kejahatan yang menakutkan? Tidak lain karena "dosa" pakar film di hollywood yang membiaskan istilah hacker dan cracker ini. Banyak film yang mengangkat tema hacker dalam sebuah bentuk "penghancuran sistem informasi" yang seharusnya makna itu diterapkan pada seorang cracker.

Sebut misalnya film The Net (1995), Take Down (1999). Film tersebut mengangkat tema hacker untuk menyebut cracker.

Dan dari kesalah penafsiran tadi, hingga kini pun istilah hacker masih dibiaskan dengan istilah cracker. Kerancuan itu tidak hanya terjadi di Indonesia saja, bahkan di luar negeripun pandangan terhadap keduanya sama seperti itu.

Terminologi hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad club di Lab Kecerdasan Artifisial Masschusetts Institute Of Teknology (MIT). Istilah hacker awalnya bermakna positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer dengan lebih baik ketimbang yang ada sebelumnya (Memahami karakteristik Komunitas Hacker: Studi Kasus pada Komunitas Hacker Indonesia, Donny B.U, M.Si)


MENJADI HACKER

Mungkin sekilas tentang definisi di atas cukup untuk membatasi sejauh mana peranan seorang hacker dan cracker itu. Tulisan ini tidak akan mengangkat sejarah hacker dan awal mula kerancuannya. Namun lebih menitik beratkan pada bagaimana seandainya kita belajar menjadi hacker. Atau lebih spesifik, bisakah kita menjadi seorang hacker?

Dalam tulisan How to Become a Hacker, Eric Steven Raymon mengatakan bahwa menjadi hacker tidaklah segampang yang dikira. Langkah awal untuk menjadi seorang hacker haruslah menguasai minimal 5 bahasa pemrograman yang ada. Ia menyebut bahasa pemrograman C/C++, Java, Perl, Phyton & LISP. Selain itu mampu berinteraksi dengan program HTML untuk dapat membangun komunikasi dengan jaringan internet. Semua dasar diatas adalah ilmu yang "wajib" dimiliki jika kita memang berminat untuk menjadi seorang hacker sejati. Karena pada dasarnya menjadi Hacker adalah penguasaan terhadap membaca dan menulis kode.

Kenapa kode? Karena memang komputer yang kita jalankan setiap hari pada intinya adalah terdiri dari berbagai kode instruksi yang cukup rumit.

Selain penguasaan terhadap bahasa pemrograman diatas, kita pun harus punya bekal yang cukup dalam berbahasa inggris untuk dapat saling bertukar pikiran dengan komunitas hacker dari seluruh dunia. Ini tidak dilarang karena pada umumnya, mereka (anggota komunitas tersebut) memiliki kode etik tersendiri tentang open-source atau kode-kode program yang boleh dibuka dan diutak atik oleh orang lain. Contoh, kode-kode Linux yang marak di perkenalkan baru-baru ini memiliki konsep open source dan karenanya bisa dimiliki oleh khalayak ramai dengan sebutan free software.

Kembali pada persoalan diatas, menjadi seorang hacker untuk tujuan saling berbagi ilmu dalam teknologi informasi ini, atau dalam arti yang lebih luas untuk memudahkan pemakai komputer pada masa yang akan datang, bukanlah hal harus ditakuti. Sebaliknya, ilmu tersebut harus diterjemahkan dan sama-sama digali sehingga menjadi bagian terintegral dalam memahami lika-liku dunia cyber. Asal saja kita tidak terjebak pada prilaku yang negatif sehingga menjadi seorang cracker yang membobol sitem rahasia orang lain.


PERBEDAAN HACKER DAN CRACKER

a) HACKER
Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji situs Yahoo! dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna.
Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.
Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.

b) CRACKER
Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagian contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode *****, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.
Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh : Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam waktu yang lama, kasus clickBCA.com yang paling hangat dibicarakan tahun 2001 lalu.

Sudah jelas yang sebenarnya orang jahat itu adalah cracker bukan hacker seperti kebanyakan pendapat orang.

Di sisi ini menarik untuk di simak, satu sisi, kita butuh teknologi canggih yang kerap bermunculan dalam hitungan detik, sisi lain ada kekhawatiran takut terjebak pada pola "nyeleneh" yang berakibat patal. Namun demikian, sebagai satu sikap, kita berpijak pada satu kesepakatan, bahwa mempelajari bahasa-bahasa yang ditawarkan oleh Eric Steven Raymon diatas, adalah hal yang baik. Karena dengan mempelajarinya, kita minimal dapat mendapat solusi untuk membuat program yang berguna bagi orang lain. Dan jika ini dilakukan, percayalah, anda adalah seorang hacker.


HONOR JANGAR - Hack Apa Crack [ER]

Selasa, 08 Mei 2012

Tool Hacker keren jagonya FBI


Tool Hacker yang digunakan oleh FBI untuk menginvestigasi/ melacak para cracker yang melakukan serangan atau tindakan yang merugikan di dunia

Tool Hacking

- ADS Locator (Alternate Data Streams)
- Disc Investigator 1.4 (File-Slack-Analyze)
- Historian 1.4 (Browser Analyze)
- Live View 0.6 (System Analyze)
- MUI Cacheview 1.00 (Registry Analyze)
- Networkminer 0.85 (Network Analyze)
- Regripper 2.02 (Registry Analyze)
- Systemreport 2.54 (PC Analyze)
- USB-History R1 (USB-Stick-Analyze)
- Windows File Analyzer (File Analyze)
- Winpcap 4.02 (Network)

Sumber:

 PowerTool
HONOR JANGAR - Tool Hacker keren jagonya FBI

Minggu, 06 Mei 2012

Hack Apa Crack [ER]


PERSOALAN DASAR

Hacker dalam tulisan Eric Steven Raymond adalah "there is a community, a shared culture, of expert programmers and networking wizards that its history back trough decades to the firs time-sharing minicomputers and the earliesr ARPAnet experiment"

Dengan kata lain, Raymon mengatakan, "the members of this culture originated the term 'hacker'". Para hackerlah yang kemudian memperkenalkan internet, membuat program sistem operasi UNIX hingga bisa digunakan saat ini. Dan para hacker pula lah yang telah berjasa dalam menjalankan World Wide Web (www) sehingga dapat dinikmati oleh semua orang di seluruh dunia di belahan manapun dia berada asal terkoneksi pada internet.

Lebih lanjut Raymon mengatakan "jika anda berada pada komunitas ini dan jika anda memiliki konstribusi didalamnya, dan kemudian orang mengenal anda sebagai hacker, maka anda adalah seorang hacker".

Sekilas dari pandangan Raymon kita dapat satu definisi bahwa seorang hacker bukanlah orang yang jahat seperti yang kita pikirkan selama ini. Ya, jika mereka memang bisa masuk kedalam komputer kita (malalui jaringan internet) karena mereka bisa menguasai ilmunya. Namun jika ada orang yang kemudian masuk secara ilegal kedalam komputer kita dan kemudian "mencuri dan mengacak-ngacak" data kita, mereka adalah CRACKER. Dan bisa jadi mereka adalah seorang hacker dalam dunia yang berbeda. Dengan kata lain, mereka semua adalah para ahli dalam hal teknologi informasi ini dan berkecimpung serius didalamnya.

Namun untuk menghindari kerancuan, maka sebuah kata kunci dalam masalah ini, menurut Raymon adalah perbedaan antara keduanya; seorang Hacker adalah dia yang membangun sistem, sementara seorang Cracker malah "menghancurkannya". (How to become a hacker, Eric S. Raymond, 2001).

Kapan istilah hacker menjadi trend sebagai sebuah kejahatan yang menakutkan? Tidak lain karena "dosa" pakar film di hollywood yang membiaskan istilah hacker dan cracker ini. Banyak film yang mengangkat tema hacker dalam sebuah bentuk "penghancuran sistem informasi" yang seharusnya makna itu diterapkan pada seorang cracker.

Sebut misalnya film The Net (1995), Take Down (1999). Film tersebut mengangkat tema hacker untuk menyebut cracker.

Dan dari kesalah penafsiran tadi, hingga kini pun istilah hacker masih dibiaskan dengan istilah cracker. Kerancuan itu tidak hanya terjadi di Indonesia saja, bahkan di luar negeripun pandangan terhadap keduanya sama seperti itu.

Terminologi hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad club di Lab Kecerdasan Artifisial Masschusetts Institute Of Teknology (MIT). Istilah hacker awalnya bermakna positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer dengan lebih baik ketimbang yang ada sebelumnya (Memahami karakteristik Komunitas Hacker: Studi Kasus pada Komunitas Hacker Indonesia, Donny B.U, M.Si)


MENJADI HACKER

Mungkin sekilas tentang definisi di atas cukup untuk membatasi sejauh mana peranan seorang hacker dan cracker itu. Tulisan ini tidak akan mengangkat sejarah hacker dan awal mula kerancuannya. Namun lebih menitik beratkan pada bagaimana seandainya kita belajar menjadi hacker. Atau lebih spesifik, bisakah kita menjadi seorang hacker?

Dalam tulisan How to Become a Hacker, Eric Steven Raymon mengatakan bahwa menjadi hacker tidaklah segampang yang dikira. Langkah awal untuk menjadi seorang hacker haruslah menguasai minimal 5 bahasa pemrograman yang ada. Ia menyebut bahasa pemrograman C/C++, Java, Perl, Phyton & LISP. Selain itu mampu berinteraksi dengan program HTML untuk dapat membangun komunikasi dengan jaringan internet. Semua dasar diatas adalah ilmu yang "wajib" dimiliki jika kita memang berminat untuk menjadi seorang hacker sejati. Karena pada dasarnya menjadi Hacker adalah penguasaan terhadap membaca dan menulis kode.

Kenapa kode? Karena memang komputer yang kita jalankan setiap hari pada intinya adalah terdiri dari berbagai kode instruksi yang cukup rumit.

Selain penguasaan terhadap bahasa pemrograman diatas, kita pun harus punya bekal yang cukup dalam berbahasa inggris untuk dapat saling bertukar pikiran dengan komunitas hacker dari seluruh dunia. Ini tidak dilarang karena pada umumnya, mereka (anggota komunitas tersebut) memiliki kode etik tersendiri tentang open-source atau kode-kode program yang boleh dibuka dan diutak atik oleh orang lain. Contoh, kode-kode Linux yang marak di perkenalkan baru-baru ini memiliki konsep open source dan karenanya bisa dimiliki oleh khalayak ramai dengan sebutan free software.

Kembali pada persoalan diatas, menjadi seorang hacker untuk tujuan saling berbagi ilmu dalam teknologi informasi ini, atau dalam arti yang lebih luas untuk memudahkan pemakai komputer pada masa yang akan datang, bukanlah hal harus ditakuti. Sebaliknya, ilmu tersebut harus diterjemahkan dan sama-sama digali sehingga menjadi bagian terintegral dalam memahami lika-liku dunia cyber. Asal saja kita tidak terjebak pada prilaku yang negatif sehingga menjadi seorang cracker yang membobol sitem rahasia orang lain.


PERBEDAAN HACKER DAN CRACKER

a) HACKER
Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji situs Yahoo! dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna.
Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.
Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.

b) CRACKER
Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagian contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode *****, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.
Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh : Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam waktu yang lama, kasus clickBCA.com yang paling hangat dibicarakan tahun 2001 lalu.

Sudah jelas yang sebenarnya orang jahat itu adalah cracker bukan hacker seperti kebanyakan pendapat orang.

Di sisi ini menarik untuk di simak, satu sisi, kita butuh teknologi canggih yang kerap bermunculan dalam hitungan detik, sisi lain ada kekhawatiran takut terjebak pada pola "nyeleneh" yang berakibat patal. Namun demikian, sebagai satu sikap, kita berpijak pada satu kesepakatan, bahwa mempelajari bahasa-bahasa yang ditawarkan oleh Eric Steven Raymon diatas, adalah hal yang baik. Karena dengan mempelajarinya, kita minimal dapat mendapat solusi untuk membuat program yang berguna bagi orang lain. Dan jika ini dilakukan, percayalah, anda adalah seorang hacker.
HONOR JANGAR - Hack Apa Crack [ER]

Hack Apa Crack [ER]


PERSOALAN DASAR

Hacker dalam tulisan Eric Steven Raymond adalah "there is a community, a shared culture, of expert programmers and networking wizards that its history back trough decades to the firs time-sharing minicomputers and the earliesr ARPAnet experiment"

Dengan kata lain, Raymon mengatakan, "the members of this culture originated the term 'hacker'". Para hackerlah yang kemudian memperkenalkan internet, membuat program sistem operasi UNIX hingga bisa digunakan saat ini. Dan para hacker pula lah yang telah berjasa dalam menjalankan World Wide Web (www) sehingga dapat dinikmati oleh semua orang di seluruh dunia di belahan manapun dia berada asal terkoneksi pada internet.

Lebih lanjut Raymon mengatakan "jika anda berada pada komunitas ini dan jika anda memiliki konstribusi didalamnya, dan kemudian orang mengenal anda sebagai hacker, maka anda adalah seorang hacker".

Sekilas dari pandangan Raymon kita dapat satu definisi bahwa seorang hacker bukanlah orang yang jahat seperti yang kita pikirkan selama ini. Ya, jika mereka memang bisa masuk kedalam komputer kita (malalui jaringan internet) karena mereka bisa menguasai ilmunya. Namun jika ada orang yang kemudian masuk secara ilegal kedalam komputer kita dan kemudian "mencuri dan mengacak-ngacak" data kita, mereka adalah CRACKER. Dan bisa jadi mereka adalah seorang hacker dalam dunia yang berbeda. Dengan kata lain, mereka semua adalah para ahli dalam hal teknologi informasi ini dan berkecimpung serius didalamnya.

Namun untuk menghindari kerancuan, maka sebuah kata kunci dalam masalah ini, menurut Raymon adalah perbedaan antara keduanya; seorang Hacker adalah dia yang membangun sistem, sementara seorang Cracker malah "menghancurkannya". (How to become a hacker, Eric S. Raymond, 2001).

Kapan istilah hacker menjadi trend sebagai sebuah kejahatan yang menakutkan? Tidak lain karena "dosa" pakar film di hollywood yang membiaskan istilah hacker dan cracker ini. Banyak film yang mengangkat tema hacker dalam sebuah bentuk "penghancuran sistem informasi" yang seharusnya makna itu diterapkan pada seorang cracker.

Sebut misalnya film The Net (1995), Take Down (1999). Film tersebut mengangkat tema hacker untuk menyebut cracker.

Dan dari kesalah penafsiran tadi, hingga kini pun istilah hacker masih dibiaskan dengan istilah cracker. Kerancuan itu tidak hanya terjadi di Indonesia saja, bahkan di luar negeripun pandangan terhadap keduanya sama seperti itu.

Terminologi hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad club di Lab Kecerdasan Artifisial Masschusetts Institute Of Teknology (MIT). Istilah hacker awalnya bermakna positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer dengan lebih baik ketimbang yang ada sebelumnya (Memahami karakteristik Komunitas Hacker: Studi Kasus pada Komunitas Hacker Indonesia, Donny B.U, M.Si)


MENJADI HACKER

Mungkin sekilas tentang definisi di atas cukup untuk membatasi sejauh mana peranan seorang hacker dan cracker itu. Tulisan ini tidak akan mengangkat sejarah hacker dan awal mula kerancuannya. Namun lebih menitik beratkan pada bagaimana seandainya kita belajar menjadi hacker. Atau lebih spesifik, bisakah kita menjadi seorang hacker?

Dalam tulisan How to Become a Hacker, Eric Steven Raymon mengatakan bahwa menjadi hacker tidaklah segampang yang dikira. Langkah awal untuk menjadi seorang hacker haruslah menguasai minimal 5 bahasa pemrograman yang ada. Ia menyebut bahasa pemrograman C/C++, Java, Perl, Phyton & LISP. Selain itu mampu berinteraksi dengan program HTML untuk dapat membangun komunikasi dengan jaringan internet. Semua dasar diatas adalah ilmu yang "wajib" dimiliki jika kita memang berminat untuk menjadi seorang hacker sejati. Karena pada dasarnya menjadi Hacker adalah penguasaan terhadap membaca dan menulis kode.

Kenapa kode? Karena memang komputer yang kita jalankan setiap hari pada intinya adalah terdiri dari berbagai kode instruksi yang cukup rumit.

Selain penguasaan terhadap bahasa pemrograman diatas, kita pun harus punya bekal yang cukup dalam berbahasa inggris untuk dapat saling bertukar pikiran dengan komunitas hacker dari seluruh dunia. Ini tidak dilarang karena pada umumnya, mereka (anggota komunitas tersebut) memiliki kode etik tersendiri tentang open-source atau kode-kode program yang boleh dibuka dan diutak atik oleh orang lain. Contoh, kode-kode Linux yang marak di perkenalkan baru-baru ini memiliki konsep open source dan karenanya bisa dimiliki oleh khalayak ramai dengan sebutan free software.

Kembali pada persoalan diatas, menjadi seorang hacker untuk tujuan saling berbagi ilmu dalam teknologi informasi ini, atau dalam arti yang lebih luas untuk memudahkan pemakai komputer pada masa yang akan datang, bukanlah hal harus ditakuti. Sebaliknya, ilmu tersebut harus diterjemahkan dan sama-sama digali sehingga menjadi bagian terintegral dalam memahami lika-liku dunia cyber. Asal saja kita tidak terjebak pada prilaku yang negatif sehingga menjadi seorang cracker yang membobol sitem rahasia orang lain.


PERBEDAAN HACKER DAN CRACKER

a) HACKER
Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji situs Yahoo! dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna.
Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.
Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.

b) CRACKER
Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagian contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode *****, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.
Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh : Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam waktu yang lama, kasus clickBCA.com yang paling hangat dibicarakan tahun 2001 lalu.

Sudah jelas yang sebenarnya orang jahat itu adalah cracker bukan hacker seperti kebanyakan pendapat orang.

Di sisi ini menarik untuk di simak, satu sisi, kita butuh teknologi canggih yang kerap bermunculan dalam hitungan detik, sisi lain ada kekhawatiran takut terjebak pada pola "nyeleneh" yang berakibat patal. Namun demikian, sebagai satu sikap, kita berpijak pada satu kesepakatan, bahwa mempelajari bahasa-bahasa yang ditawarkan oleh Eric Steven Raymon diatas, adalah hal yang baik. Karena dengan mempelajarinya, kita minimal dapat mendapat solusi untuk membuat program yang berguna bagi orang lain. Dan jika ini dilakukan, percayalah, anda adalah seorang hacker.
HONOR JANGAR - Hack Apa Crack [ER]

Apa itu hacker?


Istilah Hacker sendiri lahir sekitar tahun 1959 dari MIT(Massacusetts Institute of Technology), sebuah universitas di Amerika yang terdiri dari orang-orang cerdas namun cenderung tidak mempercayai adanya Tuhan (Atheis). Saat itulah semua berawal, dari sebuah ruangan baru, “EAM room” pada Building 26 MIT, sebuah tempat yang merupakan nenek moyang dari “dunia baru” yang kini kita kenal, tempat nenek moyang sebuah mesin yang kini kita sebut sebagai “komputer”, mesin yang mampu membawa kita menuju kelebihbaikan dengan kebebasan informasi, dunia para Hacker sejati.
Para Hacker selalu bekerjasama secara sukarela menyelesaikan masalah dan membangun sesuatu. Mereka selalu berbagi informasi, memberi jawaban serta berlomba-lomba untuk berbuat yang terbaik agar dihormati di lingkungannya. Mereka tidak pernah berhenti belajar untuk menjadi ahli dan sangat anti untuk melakukan sesuatu berulang-ulang dan membosankan. Mereka berpedoman pada kata-kata bijak : “Untuk mengikuti jalan – pandanglah sang ahli – ikuti sang ahli – berjalan bersama sang ahli – kenali sang ahli -jadilah sang ahli ”
Sementara itu, para cracker sibuk untuk memuaskan diri mereka dengan aktivitas Cracking. mulai dari membobol komputer, menebar virus (tanpa tujuan – beberapa Hacker sejati ada yang menulis virus namun dengan tujuan yang jelas), hingga mengakali telepon (Phreaking). Para Hacker menyebut mereka sebagai orang malas yang tidak bertanggung jawab. Jadi, sangat tidak adil jika kita tetap menganggap bahwa Hacker itu jahat dan menakutkan karena sangat jelas bahwa Hacker bersifat membangun sementara Cracker bersifat membongkar.Ingin jadi seorang Hacker?? Tidak ada kata sulit bagi mereka yang mau belajar. Untuk menjadi seorang Hacker anda harus menguasai beberapa bahasa pemrograman dan tentu saja sikap-sikap yang bisa membuat anda diterima di lingkungan mereka. Biasanya calon Hacker memulai dengan belajar bahasa [Python] karena bahasa ini tergolong bahasa pemrograman yang termudah. Bahasan mengenai bahasa ini bisa anda lihat di

  • Contacts

  • Setelah itu anda juga harus menguasai [java] yang sedikit lebih sulit akan tetapi menghasilkan kode yang lebih cepat dari Python, [C], [C++] yang menjadi inti dari UNIX, dan [Perl]

  • Contacts

  •  serta [LISP] untuk tingkat lanjut.
    Setelah menguasai semua kemampuan dasar diatas, calon Hacker disarankan untuk membuka salah sati versi UNIX open-source atau mempelajari LINUX, membaca kodenya, memodifikasi dan menjalankannya kembali. Jika mengalami kesulitan, disarankan untuk berkomunikasi dengan club pengguna Linux

  • Contacts

  • Sisi menarik dari seorang Hacker adalah dimana mereka saling bahu-membahu dalam menyelesaikan sebuah masalah dan membangun sesuatu. Tetapi sayangnya, kehidupan mereka yang menghabiskan 90% waktunya untuk aktivitas Hacking bukanlah hal yang baik. Kalau memang benar-benar ingin jadi Hacker, jadilah Hacker yang baik…
    Tingkatan-tingkatan Dalam Dunia Hacker
    Elite :
    Juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337 atau kombinasi dari itu; merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. Mereka mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global. Sanggup melakukan pemrogramman setiap harinya. Sebuah anugrah yang sangat alami, mereka biasanya effisien & trampil,menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Mereka seperti siluman dapat memasuki sistem tanpa di ketahui, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada.
    Semi Elite:
    Hacker ini biasanya lebih mudadaripada Elite.Mereka juga mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer. Mereka mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya). Biasanya dilengkapi dengan sejumlah kecilprogram cukup untuk mengubah program eksploit. Banyak serangan yang dipublikasi dilakukan oleh Hacker kaliber ini, sialnya oleh para Elite mereka sering kali di kategorikan Lamer.
    Developed Kiddie:
    Sebutan ini terutamakarena umur kelompok ini masih muda (ABG)&masih sekolah. Mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan. Mereka mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya.Umumnya mereka masih menggunakan Grafik UserInterface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX, tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
    Script Kiddie:
    Seperti developed kiddie, Script Kiddie biasanya melakukan aktifitas di atas. Seperti juga Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal. Biasanya tidak lepas dari GUI. Hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.
    Lamer:
    Mereka adalah orang tanpa pengalaman & pengetahuan yang ingin menjadi Hacker (wanna-be Hacker). Mereka biasanya membaca atau mendengar tentang Hacker & ingin seperti itu. Penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit. Biasanya melakukan hacking menggunakan software trojan, nuke & DoS. Biasanya menyombongkan diri melalui IRC channel dsb. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.

    HONOR JANGAR - Apa itu hacker?

    Hacker Pro SBY Klaim Bisa Tembus Situs TNI

    Senin, 07/06/2004 11:53 WIB
    Titis Widyatmoko :
    detikcom - Jakarta, Tig3r, hacker yang menembus situs KONI dan 'mendeklarasikan' pesan KONI dukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai capres mengaku tidak ada niat mendiskreditkan SBY lewat aksinya. "Saya senang SBY, saya fans SBY," katanya. "Saya hanya ingin mengapresiasikannya lewat aksi-aksi ini. Kalau seandainya SBY atau tim kampanye SBY melarang saya, maka saya akan segera menghentikan aksi ini," tandas Tig3r Pro SBY dalam e-mailnya kepada detikcom, Senin (7/6/2004). Sebelum ada larangan, terutama dari tim kampanye SBY, dia mengaku akan tetap melanjutkan aksinya itu. Senin ini, Tig3r Pro SBY kembali beraksi dengan menembus situs www.apotik2000.net. Ini adalah situs e-commerce yang menjual obat-obatan dan perlengkapan kesehatan. Lihatlah pesan yang ditempelkannya. Cukuplah sudah kemelaratan ini, cukuplah sudah kepedihan hidup ini, cukuplah sudah ibu pertiwi menangis. Mari maju bangsaku, mari kita membangun kembali. Tig3r Pro SBY. Belum diketahui apakah dia hanya berniat menempelkan pesan pro SBY atau punya maksud lain. TGapi setidaknya menurut pengakuan Tig3r dia tidak punya niat apapun. "Saya bukan penjahat atau hacker atau cracker atau carder. Saya hanya seorang fans SBY. Saya telah mengubah situs www.apotik2000.net tanpa mengambil data apapun dari situs ini. Data kartu kredit sekali pun!!" tandas Tig3r. Untuk menunjukkan bukti niat baiknya, Tig3r mengklaim sebenarnya bisa menyusup ke situs Tentara Nasional Indonesia (TNI) di www.tni.mil.id selain juga situs TNI Angkatan Udara di www.tni-au.mil.id. "Sebenarnya bisa dimasuki juga, hanya saya tidak melakukannya mengingat hal ini bisa menimbulkan efek yang tidak tidak," ujarnya. Pengamat telematika Heru Sutadi sebelumnya melihat kemungkinan motivasi politik di balik penyusupan situs menjelang pemilihan presiden. Terutama pada kasus penyusupan ke situs capres tertentu atau penyusupan yang membawa pesan pro capres tertentu. Kasus tersebut, menurut Heru, akan mendapatkan perhatian secara politis. "Pertama, cracker itu akan mendapatkan 'nama' dan kedua, yang terdeface juga akan mendapatkan simpati," kata Heru Sutadi.

    HONOR JANGAR - Hacker Pro SBY Klaim Bisa Tembus Situs TNI

    Situs Telkom Sempat Disusupi

    Wicaksono Hidayat :
    detikcom - Jakarta, Situs PT Telekomunikasi Indonesia sempat disusupi oleh pihak luar. Halaman depan situs Telkom.co.id untuk beberapa waktu menampilkan wajah tersenyum seorang pria. Gambar yang menyusup pada halaman depan situs Telkom itu dilengkapi dengan informasi tentang nama lengkap si subyek foto (Arif Wicaksono), nomor ponsel dan alamat e-mail. Gambar itu diambil dari sebuah file di situs spidermac. Penyusupan itu mulai terlihat Rabu (09/06/2004), pukul 12.30 WIB. Namun tidak lama kemudian, pada pukul 13.36 WIB, gambar itu sudah dibersihkan. Jika ditelusuri lebih jauh situs Spidermac.com, tempat gambar itu diambil, merupakan situs yang menyebut dirinya situs tidak resmi Jurusan Teknik Sipil, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Namun, situs itu terdaftar sebagai situs komunitas pengguna Macintosh Internasional. Salah satu bagian dari situs itu menampilkan halaman yang berisi file gambar dengan atribut Arif Wicaksono. Diantaranya terdapat gambar Arif Wicaksono yang sempat muncul di situs Telkom, banner horisontal dengan tulisan 'hacked' dan sebuah screenshot perbincangan di channel #corebsd. Sebuah berkas menunjukkan dokumen pemanggilan bagi Arif Wicaksono dari Universitas Katolik Parahyangan. Dokumen tersebut meminta kehadiran Arif berkaitan dengan dugaan dirinya menjebol server perpustakaan Universitas Katolik Parahyangan. File non gambar di situs itu merupakan sebuah file HTML (hypertext markup language) dan file arsip terkompresi (zip). Jika ditelusuri, file HTML itu akan berusaha menampilkan halaman dari kelompok ANTiHACKeRLiNK. Kelompok tersebut dikenal sebagai kelompok 'Hacker' yang beberapa kali melakukan aksi di dunia maya. Sedangkan file Zip itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan file virus yang sering beredar di Internet. Aksi penyusupan ini menggunakan metode kuno yaitu SQL Injection. Metode ini pernah dilakukan oleh penyusup ke situs TNP KPU.

    HONOR JANGAR - Situs Telkom Sempat Disusupi

    Penyusup Situs Telkom Hacker Murni

    Jumat, 11/06/2004 17:34 WIB
    Wicaksono Hidayat :
    detikcom - Jakarta, Beberapa waktu lalu terjadi penyusupan di situs Telkom. Penyusupan yang ditandai dengan defacement (modifikasi halaman depan situs) itu dilakukan oleh seorang hacker murni tanpa motivasi politis. Beberapa waktu lalu terjadi penyusupan di situs Telkom.co.id. Penyusupan tersebut ditandai dengan menyisipnya gambar seorang pria di halaman depan. Ternyata wajah yang muncul pada gambar itu memang wajah si pelaku. Penyusupan yang dilakukan hacker tersebut bisa dikategorikan sebagai tindakan 'sosial'. Ini karena tujuan akhir penyusupan adalah investigasi keamanan situs. Ini berbeda dengan tindakan penyusupan yang kemudian disusul dengan melakukan pengrusakan atau pencurian data. Niat baik penyusup itu juga bisa dilihat dari identitas jelas dan nomor kontak yang ditinggalkannya pada situs. Ini dimaksudkan agar administrator situs dapat segera menghubungi sang penyusup. "Sedari dulu, dia memang melakukan penetration testing dan akhirnya meninggalkan jejak berupa web defacement dan dilengkapi juga dengan foto serta nomor telpon," ungkap seorang aktivis keamanan yang mengenal si penyusup. Penyusup itu dikenal dengan nama Sakit Jiwa dan merupakan anggota ANTiHACKeRLiNK generasi kedua. "(Ia) memang cukup disegani karena kemampuannya secara teknis," ujar aktivis keamanan tersebut. Diduga dalam penyusupan ini Sakit Jiwa tidak memiliki motivasi apapun selain penyaluran adrenalin. "Tidak ada motivasi yang nyerempet dengan protes, duit, atau apapun yang dimotori oleh oranglain," aktivis itu menambahkan. Beberapa pekan lalu, menjelang Pemilihan Presiden, memang sempat terjadi aksi penyusupan pada berbagai situs. Salah satu yang cukup menonjol dilakukan T1g3r, seorang penyusup yang mengaku pendukung salah satu calon presiden.

    HONOR JANGAR - Penyusup Situs Telkom Hacker Murni

    Mulai Ada yang Jajaki Serangan ke Server KPU

    Selasa, 06/07/2004 15:08 WIB
    Wicaksono Hidayat :
    detikcom - Jakarta, Tim Ahli Teknologi Informasi KPU memantau adanya aktivitas calon penyelundup ke server perhitungan suara KPU. Namun, aktivitas mereka baru sebatas penjajakan dan tim TI optimis siap menghadapinya. Adanya aktivitas calon penyusup itu disampaikan Basuki Suhardiman kepada detikcom, Selasa (06/07/2004). "Kalau soal hacker, ya ada saat ini kebanyakan scanning networknya KPU," ujar Basuki. Aktivitas tersebut, lanjut Basuki, umum dilakukan seorang yang sedang menjajaki untuk melakukan penyusupan ke sebuah jaringan. Tercatat pada pemilu legislatif April lalu, situs KPU sempat disusupi oleh hacker yang kemudian mengubah nama partai menjadi aneh dan lucu. Dalam kasus itu kepolisian telah menangkap Dani Firmansyah, seorang mahasiswa dari Yogyakarta, sebagai tersangka kasus ini. Dani konon melakukan teknik lama yang dikenal dengan nama SQL Injection. Menurut Basuki, saat ini server KPU sudah lebih siap dan mampu mengatasi teknik tersebut. Basuki bahkan menjelaskan bahwa tim TI KPU telah mengubah total sistem yang digunakan dan mengantisipasi teknik serangan lainnya. Sejauh ini, ujar Basuki, pihak yang melakukan penjajakan terhadap server KPU masih berasal dari Indonesia. Ini dilihat dari alamat IP (internet protocol) yang digunakan para calon penyusup itu. Pada peristiwa April lalu, Dani disebut menggunakan alamat IP dari luar negeri. Sebelumnya, anggota KPU yang juga penanggungjawab TI KPU, Chusnul Mar'iyah memperingatkan para hacker untuk tidak mengusik situs tabulasi nasional Pemilu Presiden. Chusnul mengancam, para hacker yang mengusik situs KPU bisa dikategorikan sebagai "teroris." "Jangan main-main dengan ini karena ini adalah data negara. Mereka (hacker) bisa dikategorikan dalam tanda petik teroris karena yang diteror adalah urusan data negara." kata Chusnul usai pembukaan Tabulasi Nasional Pemilu Presien dan Wakil presiden di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (4/7/2004). Chusnul berpesan kepada siapa saja yang merasa mengetahui kelemahan di situs KPU untuk memberi tahu ke KPU. "Silakan datang kepada kami nanti KPU akan memberesi," kata Chusnul. Ketua KPU Nazaruddin Samsyudin mengatakan, Tim TI KPU sudah mendapatkan masukan dari banyak pakar TI dan peminat TI untuk kemudian memperbaiki sistem TI KPU. "Kami sangat mengharapkan proses penghitungan suara melalui TI bisa lebih baik," kata Nazaruddin. Dia juga berpesan agar masyarakat tidak terlalu muluk mengharapkan hasil dari sistem TI KPU. "Ini hanya karya manusia biasa yang bisa saja tidak sempurna," tandas Nazaruddin.

    HONOR JANGAR - Mulai Ada yang Jajaki Serangan ke Server KPU

    Trio Hacker Teruskan Aksi Galang Dana

    Senin, 12/07/2004 11:08 WIB
    Wicaksono Hidayat :
    detikcom - Jakarta, Tiga kelompok hacker Indonesia meneruskan upayanya untuk menggalang dana demi mengikuti konferensi keamanan komputer di Malaysia. Lima situs sempat jadi korban. Pekan lalu, tepatnya Kamis (08/07/2004), situs Golkar.or.id dipermak habis-habisan oleh trio ANTiHaCKeRLiNK, Kecoak Elektronik dan 1ndonesian Security Team. Hingga hari ini, Senin (12/07/2004) situs Golkar masih belum aktif. Rupanya selama akhir pekan kelompok tersebut meneruskan aksinya terhadap lima situs lain. Kali ini, aksi mereka tidak terlalu 'sadis' karena hanya menempelkan banner pada bagian atas dan bawah situs yang jadi korban. Seperti diakui Sakit Jiwa alias Arif Wicaksono kepada detikcom, situs yang sempat jadi korban termasuk situs Kementerian Komunikasi dan Informasi (kominfo.go.id), Badan Intelijen Negara (bin.go.id), Konferensi Menteri ASEAN (amm37.deplu.go.id), Badan Perencanaan Daerah Propinsi Jawa Barat (bapeda-jabar.go.id) dan situs Nusantara Ekaprana Teknogunakelola yang masih belum selesai (www.net.co.id). Dari lima situs yang diklaim Sakit Jiwa, hanya dua situs yang masih mengusung banner para hacker. Sampai Senin (12/07/2004) pukul 10.30, situs Net.co.id dan Bapeda Jabar masih menampilkan permohonan dana dari para hacker. Sama dengan penyusupan ke Golkar.or.id, motivasi para security engineer ini adalah mencari dana. Dana itu akan dipakai untuk mengirimkan wakil Indonesia ke konferensi 'Hack in The Box' di Kuala Lumpur, Malaysia (4-7 Oktober 2004). Jika pengunjung melakukan klik pada banner yang dipasang para hacker, pengunjung akan dibawa pada sebuah situs yang menampilkan rekening BCA salah seorang hacker. Rekening ini siap menampung dana dari sponsor yang berkenan.

    HONOR JANGAR - Trio Hacker Teruskan Aksi Galang Dana

    Setelah Golkar, Situs PDIP Diusili

    Kamis, 15/07/2004 11:43 WIB
    Titis Widyatmoko :
    detikcom - Jakarta, Baru minggu lalu, situs partai politik pemenang Pemilu 2004, Partai Golkar di-deface oleh kelompok hacker. Kamis ini, giliran situs runner up pemilu lalu, PDIP yang dikerjai. Situs Golkar dipermak pada Kamis minggu lalu (8/7/2004) oleh kelompok hacker yang cukup punya nama di Indonesia, mereka adalah ANTiHaCKeRLiNK, Kecoak Elektronik dan 1ndonesian Security Team. Halaman depan situs Golkar.or.id dipermak sehingga menampilkan pesan pada latar belakang kuning. Mereka menyampaikan pesan terkait keinginan mereka untuk mengikuti konferensi 'Hack in The Box' yang akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, 4-7 Oktober 2004. Para penyusup situs Golkar juga menyertakan sebuah proposal mengenai kegiatan itu. Untuk situs PDIP yang beralamat di www.pdiperjuangan.or.id ini pelakunya berbeda dengan kelompok hacker situs Golkar. Mereka mengaku sebagai semprule kukuse - tio dari 1stlink. Mereka juga mengolok-olok kelompok hacker lainnya. "Meski kami baru dan bukan yang terbaik, kami bisa melakukan lebih baik dari anda," kata mereka menyindir kelompok hacker yang lebih tua. Mereka juga menyisipkan kata-kata kotor di badan berita pada situs PDIP. Juga seruan dukungan pada salah satu kelompok separatis. Sampai Kamis (15/7/2004) ini, situs PDIP belum diperbaiki oleh adminnya.

    HONOR JANGAR - Setelah Golkar, Situs PDIP Diusili

    Hacker Komputer Pemerintah AS Didakwa

    Sabtu, 17/07/2004 14:10 WIB
    Wicaksono Hidayat :
    detikcom - Jakarta, Seorang pria berusia 20 tahun resmi jadi terdakwa dalam kasus hacking komputer pemerintah Amerika Serikat. Komputer yang disusupinya termasuk dari Departemen Pertahanan. Robert Lyttle, seorang pria 20 tahun asal California, didakwa melakukan hacking dan deface pada komputer pemerintah AS. Seperti diberitakan reuters, Sabtu (17/07/2004), Lyttle didakwa melakukan aktivitas ilegal itu pada bulan April dua tahun silam. Daftar komputer yang konon sempat disusupinya termasuk, Layanan Informasi Logistik dan Kantor Urusahan Kesehatan dari Departemen Pertahanan serta Pusat Riset Ames dari NASA. Jika terbukti Lyttle bisa dipenjarakan selama maksimum 10 tahun dan didenda hingga US$ 250.000 (lebih dari Rp 2,2 Miliar). Pengadilan akan dimulai Senin (19/07/2004) waktu setempat. Lyttle akan diadili di hadapan Hakim Magister Oakland, Amerika Serikat. Kasus ini diawasi langsung oleh unit Computer Hacking dan Hak atas Kekayaan Intelektual di bawah Kejaksaan Agung. Tertangkapnya Lyttle adalah hasil penyelidikan FBI (Federal Bureau of Investigation), Departemen Pertahanan dan NASA.

    HONOR JANGAR - Hacker Komputer Pemerintah AS Didakwa

    Tampilan Situs KPU 'Berubah'

    Selasa, 20/07/2004 09:46 WIB
    Wicaksono Hidayat :
    detikcom - Jakarta, Sebuah pesan aneh menghiasi situs KPU, Selasa pagi (20/07/2004). Pesan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan pemilu. Situs KPU dihack? Pesan aneh tersebut mulai terdeteksi sejak pukul 08:00. Alih-alih berita seputar pemilu, pengakses yang menggunakan software Internet Explorer akan disuguhi sebuah 'catatan perjalanan' dari seseorang berinisial GC. Pesan itu sama sekali tidak bertendensi politis. Bahkan, pesan yang hanya terdiri dari dua paragraf singkat itu seperti isi sebuah blog (catatan harian online). Pesan tersebut ditampilkan dengan menggunakan sebuah kode Javascript singkat yang tampaknya disusupi pada salah satu berita di halaman depan situs KPU. Hal ini diakui oleh Basuki Suhardiman, anggota tim ahli TI KPU kepada detikcom, Selasa (20/07/2004). Penyusupan ini, menurut dugaan Basuki, hampir sama dengan kasus penyusupan gambar porno yang pernah terjadi di situs KPU beberapa waktu lalu. "Ya, kasusnya mungkin hampir sama seperti dulu. Jadi dia masukan berita tapi ada tag HTML-nya, jadi pada saat reload penuh yang muncul ya tag HTML tersebut," Basuki menambahkan. Saat ini, pukul 09:37, tampilan situs KPU sedang diperbaiki.

    HONOR JANGAR - Tampilan Situs KPU 'Berubah'

    Dani Firmansyah Tinggal Tunggu Sidang Pengadilan

    Jumat, 23/07/2004 14:32 WIB
     
    Titis Widyatmoko :
    detikcom - Jakarta, Masih ingat kabar Dani Firmansyah, hacker situs Tabulasi Nasional Pemilu. Dani yang kini meringkuk di Rutan Salemba tinggal menunggu sidang pengadilan. "Berkasnya sudah diserahkan dari Polda ke kejaksaan, kemudian kita menunggu apakah sudah dilimpahkan ke pengadilan atau belum saya belum dapat informasi. Tinggal menunggu sidang pokoknya," kata Mukhtar Zuhdy, kuasa hukum Dani Firmansyah kepada detikcom, Jumat (23/7/2004). Mukhtar Zuhdy yang berasal dari PKDH (Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mendampingi Dani sejak masa penyidikan di kepolisian. Menurut Mukhtar, pada tingkat penyidikan Dani dibidik dengan pasal-pasal UU Telekomunikasi dan pasal KHUP. Namun, Mukhtar menjelaskan berdasar informasi dari jaksa penuntut umum, bidikan terhadap Dani Firmansyah hanya akan difokuskan pada pelanggaran UU Telekomunikasi. Dani Firmansyah, hacker situs KPU dinilai terbukti melakukan tindak pidana yang melanggar pasal 22 huruf a, b, c, Pasal 38 dan Pasal 50 UU No 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi. Pada pasal 22 UU Telekomunikasi berbunyi Setiap orang dilarang melakukan perbuatan tanpa hak,tidak sah atau memanipulasi : a. akses ke jaringan telekomunikasi; dan atau b.akses ke jasa telekomunikasi; dan atau c. akses ke jaringan telekomunikasi khusus. Dani Firmansyah juga dituduh melanggar pasal 38 Bagian Kesebelas UU Telekomunikasi yang berbunyi "Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap penyelenggara telekomunikasi." Internet sendiri dipandang sebagai sebuah jasa telekomunikasi. Internet dianggap sebagai sebuah jasa telekomunikasi diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan No 21 tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi. Pada pasal 3 KM tersebut diatur bahwa Penyelenggaraan jasa telekomunikasi terdiri atas a. Penyelenggaraan jasa teleponi dasar; b. Penyelenggaraan jasa nilai tambah teleponi; c. Penyelenggaraan jasa multimedia. Pada pasal 46 lebih lanjut dijelaskan bahwa sebagaimana dimaksud dengan pasal 3 huruf c, penyelenggaraan jasa multimedia termasuk antara lain a. jasa televisi berbayar; b. jasa akses internet (internet service provider); c. jasa interkoneksi internet (NAP); d. jasa internet teleponi untuk keperluan publik; e. jasa wireless access protocol (WAP); f. jasa portal; g. jasa small office home office (SOHO); h. jasa transaksi on-line; i. jasa aplikasi packet-switched selain sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, c, d, e,f,g dan huruf h. Mengenai ancaman hukuman bagi tindakan yang dilakukan Dani Firmansyah adalah sesuai dengan bunyi pasal 50 UU No 36/1999 tentang Telekomunikasi berbunyi "Barang siapa yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22,dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah)." Mukhtar Zuhdy yang mengaku sudah melakukan kajian beranggapan UU Telekomunikasi yang digunakan untuk menjerat Dani ini masih sangat lemah. Menurutnya Undang-undang ini hanya mengatur tentang jaringan sedangkan pada peristiwa crack situs TNP KPU, yang rusak bukanlah jaringannya. "Hanya tampilannya yang berubah dalam durasi 10 menit. Jaringan maupun fisiknya tidak ada yang terganggu dan rusak. Ibaratnya undang-undang itu mengatur tentang pipa sedangkan yang dilakukan klien kami adalah mengganggu air dalam pipa, kalau mengganggu air dijerat dengan undang-undang tentang pipa nggak kena," tegas Mukhtar Zuhdy. Dia mengaku optimis Dani Firmansyah akan dibebaskan oleh hakim. Apalagi alasan meringankan lainnya, Dani melakukan itu dengan motif ingin memberi tahu kalau ada kelemahan. "Mestinya KPU berterima kasih dengan klien kami. Bukankah jaringan itu mesti dilengkapi dengan sistem sekuriti yang 24 jam tidak pernah berhenti. Pada waktu Dani masuk, sistemnya sedang tidak berfungsi. Secara tidak langsung orang KPU sudah mengakui, pada waktu itu ada kecerobohan," papar Mukhtar. Dani Firmansyah melakukan aksi cracking situs TNP KPU dengan mengganti nama-nama partai politik menjadi nama yang lucu-lucu. Dani melakukan aksinya pada 17 April 2004. Dani Firmansyah yang baru berusia 25 tahun ditangkap pada 22 Maret 2004 di Yogyakarta.

    HONOR JANGAR - Dani Firmansyah Tinggal Tunggu Sidang Pengadilan

    Arogansi KPU Memaksa Saya

    Jumat, 23/07/2004 17:44 WIB

    Wawancara Dani Firmansyah

    Titis Widyatmoko :
    detikcom - Jakarta, Aksi seorang Dani Firmansyah, mahasiswa asal Kebumen di pertengahan April 2004 menjadi perhatian nasional. Saat itu, sore hari tanggal 17 April 2004 di akhir pekan, perhatian masih tertuju kepada proses penghitungan suara hasil Pemilu Legislatif yang berlangsung 5 April 2004. Dani Firmansyah membuat geger dengan mengubah nama-nama partai politik di Situs Tabulasi Nasional Pemilu 2004 menjadi nama-nama yang lucu-lucu. Modus operandi yang dilakukan Dani Firmansyah untuk mengetes tim keamanan server tnp.kpu.go.id dengan cara XSS (Cross Site Scripting) dan SQL Injection. Motivasi Dani melakukan serangan ke situs KPU hanya untuk memperingatkan kepada tim TI KPU bahwa sistem TI yang berharga miliaran ternyata tidak secure. Tersangka berhasil menembus server KPU dengan cara SQL injection. Lima hari setelah aksinya menembus situs TNP Legislatif, tepatnya Kamis, 22 April 2004, Dani Firmansyah ditangkap polisi di Yogyakarta. Kasus ini sangat mencuat mengingat saat ini di Indonesia belum ada cyberlaw. Kini, persis tiga bulan setelah penangkapannya, Dani masih menunggu proses persidangan atas kasusnya. Berikut petikan wawancara detikcom, Jumat (23/7/2004) dengan Dani Firmansyah yang saat ini berada di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat: Anda sekarang berada di Rutan Salemba. Bagaimana kabar anda? Betul, saya sudah di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba sejak tanggal 21 Juni 2004. Keadaan saya aik-baik saja. Saya berada di Salemba ini mengikuti prosedur karena setelah selesai penyidikan di bawa ke sini. Bagaimana kelanjutan kasus anda? Kalau yang saya dengar, berkas sudah dimasukkan dari kepolisian ke kejaksaan. Tetapi untuk pelimpahan ke pengadilan saya belum tahu, masih menunggu kabar dari jaksa. Bagaimana anda melihat pasal-pasal yang dibidikkan pada anda? Yang jelas, saya melihat UU No 36/1999 tentang Telekomunikasi ini sama sekali tidak relevan. Di pasal 22 disebutkan larangan melakukan akses ke jaringan. Sebenarnya apa yang saya lakukan ini lebih ke web bukan ke jaringan. Karena situs webnya ini online di internet, itu berarti adalah jaringan publik. Apa yang saya lakukan berarti berada di luar konteks jaringan. Anda berharap dapat hukuman ringan? Tentu saja. Harapan saya untuk sidang nanti, hakim dan jaksa bisa melihat masalah atau aksi cracking yang saya lakukan secara seimbang. Apalagi saya sudah mengatakan kalau motif saya melakukan ini adalah untuk mengingatkan KPU bahwa sistemnya memiliki kelamahan. Artinya dalam hal ini (Tim Teknologi Informasi) KPU harus introspeksi bahwa di aplikasi mereka ada masalah. Mengapa sampai anda lakukan deface ke situs TNP? Mengapa anda tidak memilih untuk memberi tahu dengan cara baik-baik saja. Mengapa sebelumnya anda tidak lebih dulu memberi tahu dengan cara mengirim email misalnya? Sebenarnya sejak awal saya hanya coba-coba dulu. Namun setelah mendengar komentar para petinggi TI KPU dan setelah saya tahu ada lobang keamanan saya melakukan itu. Arogansi para petinggi TI KPU membuat saya melakukan itu. Apakah anda tidak menyadari risiko tindakan deface situs Tabulasi Nasional Pemilu? Saya yakin sebelumnya para pakar keamanan jaringan sudah mengingatkan tentang kelemahan ini kepada KPU. Saya juga yakin teman-teman underground sudah mengingatkan. Terbukti 18 hari setelah jebol ada yang mengingatkan kalau hole di aplikasi XSS (cross-site scripting) belum ditutup. Tetapi nampaknya responnya adem-adem saja. Tidak pernah ada tanggapan dari mereka (Tim TI KPU). Itulah alasan mengapa saya menitipkan pesan-pesan ke situs mereka. Pada saat melakukan aksi cracking di situs Tabulasi Nasional Pemilu Legislatif 17 April 2004 lalu, Dani Firmansyah mengubah nama-nama partai politik dengan nama-nama patai yang lucu-lucu. Misalnya saja Partai Mbah Jambon, Partai Air Minum dalam Kemasan, Partai Kolor Ijo dan lain lain. Apa yang membuat anda memilih nama-nama partai yang lucu-lucu itu? (Tertawa) Itu hanya spontanitas saja. Kalau saya merubah satu nama partai saya khawatir kalau saya nanti dikaitkan sebagai pendukung partai tertentu. Maka kemudian yang muncul adalah nama-nama lucu itu. Saya juga menitipkan pesan agar KPU memperbaiki web-nya. Ada juga pesan lainnya seperti "jangan marah ya". Darimana melakukan aksi ini? Dari kantor.(Saat peristiwa itu Dani bekerja sebagai konsultan keamanan jaringan di PT Danareksa di Jakarta). Pada waktu pemeriksaan apakah ada paksaan supaya anda mengakui perbuatan itu? Memang pada dasarnya polisi lebih banyak mendapat informasi dari pengakuan saya. Sebenarnya tekanan-tekanan itu ada. Tetapi tidak dalam bentuk fisik. Lebih kepada perasaaan saya yang tertekan. Tekanan mental. Apalagi pada awal-awal pemeriksaan dilakukan sampai jam tiga pagi. Kita secara mental dan fisik tentu merasa lelah. Sebelumnya anda tidak mau didampingi pengcara. Tetapi sekarang anda sudah mendapat bantuan hukum. Ya, saya mendapat bantuan dari kampus (saat ini Dani masih tercatat sebagai mahasiswa jurusan Hubungan Intenasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta). Saya menyadari kalau saya harus berjuang dalam memenangkan proses hukum. Sedangkan untuk kesitu saya tidak mempunyai kemampuan yuridis. Akhirnya saya bersedia didampingi pengacara. Anda memang hobi dengan komputer? Memang saya kuliah di jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Tetapi sejak SMA di Kebumen saya memang senang ngoprek-oprek komputer. Kalau orang sebaya saya lebih suka main game, saya lebih suka bikin game-nya. Selama di tahanan, anda tidak merasa tersiksa tidak bisa pegang komputer, tidak bisa online? Rasa seperti itu terkadang ada. Tetapi selama dua bulan di (tahanan) Polda saya juga sering pegang komputer. Hal itu tidak terlalu merisaukan saya. Bagaimana kuliah anda? Sekarang di-pending. Saya sekarang sedang skripsi, semoga nanti bisa cepat selesai. Jika kasus ini selesai dan anda bebas, apa yang akan anda lakukan? Tentunya yang pertama saya lakukan, saya bersyukur kepada yang di Atas. Kemudian saya ingin banyak berjuang, mengabdikan diri saya untuk mengembangkan Teknologi Informasi, terutama dalam hal keamanan jaringan. Selama ini saya banyak melakukan riset di lingkungan sekuriti jaringan. Saya juga melihat di Indonesia ini soal keamanan jaringan belum banyak dikupas dan diperhatikan. Saya menganggap ini adalah fokus yang perlu dikembangkan lebih lanjut.

    HONOR JANGAR - Arogansi KPU Memaksa Saya

    .

    .
    Template by : kendhin Honor Jangar