Sabtu, 05 Mei 2012

Salatiga Masih Kekurangan Guru

Senin, 26 Juli 2004
SALATIGA- Beberapa sekolah di Kota Salatiga, khususnya SD dan SMP, diperkirakan masih kekurangan guru 15% dari total jumlah guru sekitar 900 orang. Kekurangan itu, dikhawatirkan akan mengganggu efektivitas kegiatan belajar-mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Drs Bakri MSEd mengatakan, pada perekrutan CPNS tahun ini diharapkan porsi untuk PNS guru ditambah.
"Kekurangan guru di beberapa sekolah juga diakibatkan oleh banyaknya guru yang sudah memasuki masa pensiun. Padahal, kegiatan belajar -mengajar berjalan terus," tutur Bakri, belum lama ini.
Jumlah guru yang minim di Kota Salatiga, menurut dia, sedikit terpecahkan dengan adanya program guru bantu yang menyediakan tenaga pengajar di beberapa sekolah tertentu. Dia memperkirakan sekitar bulan September tahun ini akan diadakan lagi perekrutan guru bantu untuk sejumlah sekolah di Salatiga.
"Saya lupa jumlahnya, tetapi yang jelas sekitar September ada penerimaan lagi untuk guru bantu," jelasnya.
Adapun persyaratan pendidikan yang harus dipenuhi untuk seorang calon guru, yakni harus mengantongi ijazah diploma untuk guru SD, dan sarjana (S1) untuk guru SMP dan SMA.
Kepada Suara Merdeka Bakri mengungkapkan, ada sejumlah camat di Kota Salatiga yang menginginkan agar wilayahnya didirikan sekolah negeri, karena hingga saat ini belum ada.
"Camat itu berpendapat, untuk memajukan suatu daerah kecamatan usaha yang dilakukan antara lain mendirikan sekolah negeri agar menjadi daya tarik siswa ke daerah itu," paparnya.
Bakri menyatakan lebih lanjut, adanya sekolah negeri apalagi jika berhasil menjadi sekolah favorit, daerah itu akan mengalami perkembangan. Secara otomatis, sarana penunjang kegiatan sekolah seperti kegiatan transportasi juga akan bertambah dan terus berkembang.
"Sayang, untuk mendirikan sekolah negeri tidak semudah itu," jelasnya. (H2-91k)

.

.
Template by : kendhin Honor Jangar