Minggu, 06 Mei 2012

Mulai Ada yang Jajaki Serangan ke Server KPU

Selasa, 06/07/2004 15:08 WIB
Wicaksono Hidayat :
detikcom - Jakarta, Tim Ahli Teknologi Informasi KPU memantau adanya aktivitas calon penyelundup ke server perhitungan suara KPU. Namun, aktivitas mereka baru sebatas penjajakan dan tim TI optimis siap menghadapinya. Adanya aktivitas calon penyusup itu disampaikan Basuki Suhardiman kepada detikcom, Selasa (06/07/2004). "Kalau soal hacker, ya ada saat ini kebanyakan scanning networknya KPU," ujar Basuki. Aktivitas tersebut, lanjut Basuki, umum dilakukan seorang yang sedang menjajaki untuk melakukan penyusupan ke sebuah jaringan. Tercatat pada pemilu legislatif April lalu, situs KPU sempat disusupi oleh hacker yang kemudian mengubah nama partai menjadi aneh dan lucu. Dalam kasus itu kepolisian telah menangkap Dani Firmansyah, seorang mahasiswa dari Yogyakarta, sebagai tersangka kasus ini. Dani konon melakukan teknik lama yang dikenal dengan nama SQL Injection. Menurut Basuki, saat ini server KPU sudah lebih siap dan mampu mengatasi teknik tersebut. Basuki bahkan menjelaskan bahwa tim TI KPU telah mengubah total sistem yang digunakan dan mengantisipasi teknik serangan lainnya. Sejauh ini, ujar Basuki, pihak yang melakukan penjajakan terhadap server KPU masih berasal dari Indonesia. Ini dilihat dari alamat IP (internet protocol) yang digunakan para calon penyusup itu. Pada peristiwa April lalu, Dani disebut menggunakan alamat IP dari luar negeri. Sebelumnya, anggota KPU yang juga penanggungjawab TI KPU, Chusnul Mar'iyah memperingatkan para hacker untuk tidak mengusik situs tabulasi nasional Pemilu Presiden. Chusnul mengancam, para hacker yang mengusik situs KPU bisa dikategorikan sebagai "teroris." "Jangan main-main dengan ini karena ini adalah data negara. Mereka (hacker) bisa dikategorikan dalam tanda petik teroris karena yang diteror adalah urusan data negara." kata Chusnul usai pembukaan Tabulasi Nasional Pemilu Presien dan Wakil presiden di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (4/7/2004). Chusnul berpesan kepada siapa saja yang merasa mengetahui kelemahan di situs KPU untuk memberi tahu ke KPU. "Silakan datang kepada kami nanti KPU akan memberesi," kata Chusnul. Ketua KPU Nazaruddin Samsyudin mengatakan, Tim TI KPU sudah mendapatkan masukan dari banyak pakar TI dan peminat TI untuk kemudian memperbaiki sistem TI KPU. "Kami sangat mengharapkan proses penghitungan suara melalui TI bisa lebih baik," kata Nazaruddin. Dia juga berpesan agar masyarakat tidak terlalu muluk mengharapkan hasil dari sistem TI KPU. "Ini hanya karya manusia biasa yang bisa saja tidak sempurna," tandas Nazaruddin.

.

.
Template by : kendhin Honor Jangar