Jum'at, 12 Agustus 2011 10:45 wib
MAJALENGKA – Sebanyak 2.200 tenaga pengajar honorer di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, telah menerima dana insentif sebesar Rp450 ribu yang belum terbayarkan selama enam bulan lalu.
Pencairan dana insentif pertama pada 2011 itu dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka melalui Dinas Pendidikan (Disdik).
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Majalengka Sanwasi mengatakan, sebanyak 2.200 tenaga pengajar honorer telah mendapatkan uang insentif sebesar Rp450 ribu.
“Jumlah itu merupakan angka kumulatif selama enam bulan sejak Januari yang belum sempat dibayarkan. Tenaga pengajar honorer menerima insentif masing-masing sebesar Rp450 ribu,” katanya, belum lama ini.
Mereka menerima insentif langsung enam bulan sejak Januari hingga Juni 2011. “Adapun besaran insentif, yakni Rp75 ribu per bulan,” kata Sanwasi.
Dia menjelaskan, dana insentif tersebut telah dibayarkan kepada bendahara masing-masing sekolah dari tingkat SD hingga SMA. “Insentif guru honorer sudah kami bayarkan kepada bendahara sekolah masing-masing,” tegas dia.
Lebih jauh kata dia, Pemkab Majalengka telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp990 juta untuk 2.200 tenaga pengajar honorer itu. Sementara itu, untuk pembayaran insentif enam bulan mendatang, rencananya akan diberikan sekitar bulan November atau Desember nanti.
Salah seorang tenaga pengajar honorer di salah satu SD di Kecamatan Ligung, Ani Astuti, mengaku bersyukur atas cairnya dana itu. “Alhamdulillah, dana insentif sudah cair. Walaupun harus tertahan selama enam bulan,” tandas Ani. (inin nastain)
(Koran SI/Koran SI/rhs)
Pencairan dana insentif pertama pada 2011 itu dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka melalui Dinas Pendidikan (Disdik).
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Majalengka Sanwasi mengatakan, sebanyak 2.200 tenaga pengajar honorer telah mendapatkan uang insentif sebesar Rp450 ribu.
“Jumlah itu merupakan angka kumulatif selama enam bulan sejak Januari yang belum sempat dibayarkan. Tenaga pengajar honorer menerima insentif masing-masing sebesar Rp450 ribu,” katanya, belum lama ini.
Mereka menerima insentif langsung enam bulan sejak Januari hingga Juni 2011. “Adapun besaran insentif, yakni Rp75 ribu per bulan,” kata Sanwasi.
Dia menjelaskan, dana insentif tersebut telah dibayarkan kepada bendahara masing-masing sekolah dari tingkat SD hingga SMA. “Insentif guru honorer sudah kami bayarkan kepada bendahara sekolah masing-masing,” tegas dia.
Lebih jauh kata dia, Pemkab Majalengka telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp990 juta untuk 2.200 tenaga pengajar honorer itu. Sementara itu, untuk pembayaran insentif enam bulan mendatang, rencananya akan diberikan sekitar bulan November atau Desember nanti.
Salah seorang tenaga pengajar honorer di salah satu SD di Kecamatan Ligung, Ani Astuti, mengaku bersyukur atas cairnya dana itu. “Alhamdulillah, dana insentif sudah cair. Walaupun harus tertahan selama enam bulan,” tandas Ani. (inin nastain)
(Koran SI/Koran SI/rhs)






